Anies: PSBB Akan Diperketat Bila Penularan Corona Mengkhawatirkan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 13:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memutuskan kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi selama 14 hari. Namun, jika peningkatan kasus COVID-19 semakin mengkhawatirkan, PSBB Transisi akan dihentikan.

"Dalam hal ini, seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kembali kebijakan rem darurat (emergency brake). Artinya, apabila terjadi tingkat penularan yang mengkhawatirkan, Pemprov DKI Jakarta dapat menghentikan seluruh kegiatan yang sudah dibuka selama PSBB Masa Transisi dan menerapkan kembali pengetatan," kata Anies dalam siaran pers PPID DKI Jakarta, Minggu (25/10/2020).

PSBB Transisi akan diperpanjang mulai besok, 26 Oktober, hingga 6 November 2020. Keputusan ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1020 Tahun 2020.

Dalam keputusan tersebut, jika tidak terdapat peningkatan kasus yang signifikan selama perpanjangan PSBB Masa Transisi ini, perpanjangan selama 14 hari akan dilakukan. Namun, apabila terjadi peningkatan kasus secara signifikan, pemberlakuan PSBB Masa Transisi ini dapat dihentikan.

Pemprov DKI mengungkapkan, perpanjangan PSBB Masa Transisi dilakukan lantaran penularan COVID-19 di DKI Jakarta relatif melandai. Dalam sepekan terakhir, persentase rata-rata kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta 9,9 persen. Angka itu dengan ratio test 5,8 per 1.000 penduduk dalam sepekan terakhir.

Selain itu, rata-rata keterisian tempat tidur isolasi dalam dua minggu terakhir cenderung menurun dari 64% pada 12 Oktober 2020 menjadi 59% pada 24 Oktober 2020. Keterisian tempat tidur ICU juga relatif menurun dari 68% pada 12 Oktober 2020 menjadi 62% pada 24 Oktober 2020.

Indikator pengendalian COVID-19 dari FKM UI yang sempat menurun juga telah membaik dengan skor 64 per kemarin. Pada minggu lalu, indikator pengendalian COVID-19 di DKI Jakarta memiliki skor 60 pada 18 Oktober 2020. Nilai reproduksi efektif yang juga menjadi indikasi ada atau tidaknya penularan berada pada skor 1,05 (24 Oktober 2020), dibandingkan skor 1,06 pada 12 Oktober 2020.

Tonton juga 'Anies Perpanjang PSBB Masa Transisi':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/dhn)