Imam Besar Istiqlal: Komunitas Santri Harus Tampil Usir Virus Corona

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 12:56 WIB
Memperingati Hari Santri Nasional dengan tema
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Jakarta -

Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengajak komunitas santri untuk proaktif melawan COVID-19. Menurutnya metode yang dilakukan pemerintah dalam menekan angka penyebaran COVID-19 sama seperti protokol Nabi Muhammad saat menghadapi virus di eranya.

Ia menyampaikan perkataan Nabi Muhammad kalau berkembang satu virus di suatu tempat jangan pernah masuk ke tempat tersebut dan kalau terlanjur berada di dalamnya jangan keluar dari tempat itu.

"Protokol yang diterapkan itu mencontoh apa yang dilakukan Nabi. Pandemi itu ada. Kalau dibilang tidak ada itu melakukan pembodohan terhadap masyarakat. Tanggung jawab itu nantinya," ujarnya dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Sabtu (24/10/2020).

Hal itu ia ungkapkan dalam talkshow "Santri Sehat Indonesia Kuat" dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional di Media Center Satgas Penanganan COVID-19 Graha BNPB Jakarta kemarin.

Nasaruddin menambahkan komunitas santri dan pengelola pesantren tidak boleh berdiam diri. Komunitas santri diimbau harus proaktif dalam menyosialisasikan protokol kesehatan di kalangan internal dan juga masyarakat. Sebagaimana dulu, kata dia, santri berperan penting dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

"Jadi kalau para santri pernah melakukan komando jihad mengusir Belanda maka komunitas santri harus tampil mengusir virus Corona dengan caranya sendiri, harus banyak berdoa dan menjadi contoh bagi masyarakatnya," papar Nasaruddin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr. Masdalina Pane mengatakan metode pengendalian virus di zaman Nabi Muhammad SAW itu masih relevan dengan saat ini yang dikenal dengan istilah masa karantina.

Menurutnya santri yang tinggal dalam satu populasi cukup lama seperti di pesantren berisiko terpapar virus Corona lebih tinggi. Tapi kalau tidak banyak terhubung dengan dunia luar, justru relatif lebih aman. Begitu juga dengan melakukan penanganan karantina di pesantren jauh lebih mudah dibanding di lingkungan rumah.

"Santri yang memiliki gejala ringan mohon segera melaporkan pada pengurus agar segera mendapat tindakan. Dan kalau ada petugas kesehatan dari puskesmas setempat melakukan pengecekan, mohon didukung," pungkasnya.

Oleh karena itu, guna mencegah penyebaran virus ini santri dan masyarakat diimbau #IngatPesanIbu untuk selalu jaga jarak, pakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun agar penyebaran COVID-19 tidak semakin meluas.

Tonton video 'Epidemiolog UI Nilai PSBB Tak Perlu Diperketat Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/mpr)