Gus Nur Ditangkap Polisi, PBNU Bicara Syarat Kebebasan Berbicara

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 12:25 WIB
Juru Bicara Wakil Presiden Maruf Amin, Masduki Baidlowi (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Gus Nur ditangkap polisi karena diduga menyebarkan ujaran kebencian dan menghina Nahdlatul Ulama (NU). Di sisi lain, kebebasan berbicara dijamin undang-undang. PBNU menilai kebebasan berbicara ada syaratnya.

"Ciri demokrasi memang bebas berbicara, tidak boleh ada pembicaraan yang dilarang. Tapi, syaratnya, tidak menyinggung orang lain dan tidak mengandung ujaran kebencian," kata Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlowi kepada detikcom, Sabtu (24/10/2020).

Gus Nur ditangkap polisi lantaran ucapannya mengenai NU yang dia ibaratkan seperti bus umum dengan sopir mabuk, kondektur teler, kernet ugal-ugalan, dan penumpang kurang ajar semua. Meski bebas bicara, Indonesia sebagai negara demokrasi punya aturan. Menurut Masduki, posisi demokrasi di Indonesia lebih rendah daripada undang-undang.

"Bebas itu tidak sebebas-bebasnya. Demokrasi itu berdiri di bawah hukum, tidak boleh berdiri di atas hukum. Kalau demokrasi berdiri di atas hukum, hukum diacak-acak," kata Masduki.

PBNU bersyukur karena Gus Nur ditangkap. Gus Nur dianggap telah meresahkan.

Indonesia punya UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Kemerdekaan menyampaikan pendapat juga bagian dari UUD 1945 serta Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia.

Detik-detik Gus Nur Dijemput Polisi:

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2