Salat Sambil Bersiul
APSI: Ajaran Sumardi Tidak Sesat
Jumat, 20 Jan 2006 09:45 WIB
Makassar - Ajaran Sumardi (60), pemimpin ajaran keselamatan di Sulawesi Barat, tidaklah sesat. Tapi didasarkan pada apresiasi pemahaman yang dalam terhadap Islam. Sumardi malah diyakini memahami ilmu tasawuf, hakikat dan ma'rifat. Hal ini diungkapakan Irwan Muin, ketua Asosiasi Pengacara Syariat Indonesia (APSI) ketika ditemui di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Jl Macan, Makassar, Jum'at (20/1/2006). Menurut Irwan, berdasarkan hasil investigasi timnya terhadap Sumardi dan pengikutnya, ajaran Sumardi tidak melenceng dari ajaran Islam. Buktinya, mengakui Muhammad SAW sebagai rasul Allah SWT. Selain itu, semua ajarannya tidak bertentangan dengan rukun Islam dan rukun iman. Irwan menjelaskan, Sumardi sebenarnya mendalami tarekat. "Pendalaman tarekat begini banyak terjadi di kampung-kampung. Dan itu bentuk apresiasi mereka terhadap keyakinannya," ujar Irwan. Yang jelas, menurut Irwan, pemahaman Sumardi tidak bisa dipahami secara materil saja. Tapi mesti dipahami secara batin. "Ini keyakinan. Cara yang dilakukan Sumardi seperti cara yang dilakukan pada level Sufi. Dan saya berharap, polisi harusnya menghadirkan tokoh-tokoh agama yang paham tentang ilmu tasawuf, hakikat dan ma'rifat. Sehingga pemeriksaan terhadap Sumardi bisa dipahami secara utuh," terang Irwan. Aparat Terlalu Cepat Turut Campur Irwan juga menilai kalau aparat negara, dalam hal ini polisi, terlalu cepat turut campur dalam keyakinan orang lain, tanpa mengetahui lebih dulu inti ajaran Sumardi. "Jangan dipahami secara fisik saja, tapi hakikat. Atas dasar apa polisi menahan Sumardi? Dia tidak menyebarkan ajaran yang ia pahami, tetapi memang warga yang mendatangi untuk belajar," papar Irwan.
(nrl/)











































