Cerita Pedagang Kopi Bekasi: Gerobaknya Terbang Diempas Puting Beliung

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 11:09 WIB
Eman, pedagang kopi di Babelan, Bekasi, yang gerobaknya terbang oleh puting beliung. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Eman, pedagang kopi di Babelan, Bekasi, yang gerobaknya diterbangkan oleh puting beliung. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Bekasi -

Puting beliung yang menerjang kawasan Marakas, Pondok Ungu, Babelan, Bekasi, pada Jumat (23/10) menyisakan memori pahit. Seperti pedagang kopi bernama Eman (24). Saat angin ribut itu menerpa, Eman sedang berdagang dengan gerobaknya.

Saat itu, Eman sedang melakukan rutinitas berdagangnya seperti biasa. Namun, selepas ibadah salat Jumat, sekitar pukul 13.00 WIB, angin kencang tiba-tiba datang.

"Iya, saya langsung merasakan anginnya. Pas itu lagi jualan kopi pakai gerobak," kenang Eman saat ditemui detikcom, Sabtu (24/10/2020).

Kondisi rumah rusak akibat puting beliung di Marakas, Kelurahan Bahagia, Babelan, Kab Bekasi. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)Kondisi rumah rusak akibat puting beliung di Marakas, Kelurahan Bahagia, Babelan, Kab Bekasi. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)

Padahal saat itu hujan yang mengguyur kawasan Marakas tergolong hanya gerimis. Eman tidak pernah menyangka angin besar akan datang.

"Awalnya cuma angin gede, terus beterbangan benda-benda semacam asbes. Ujan cuma gerimis doang. Kayaknya cuma angin biasa awalnya," tutur Eman.

Nahas bagi Eman, angin yang ia kira awalnya hanya angin kecil bertransformasi menjadi puting beliung. Dia pun berusaha memegang erat gerobaknya supaya tidak terbang, dibantu juga oleh orang lain.

"Saya dibantu tukang parkir dua orang. Akhirnya nggak kuat. Kebawa juga (gerobaknya). Akhirnya kita lepas gerobaknya, kabur melarikan diri. Ada gerobak tiga yang hancur. Kaca pecah, terbang semua komponen atap gerobaknya," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2