Anda Memasuki Kota Suci, Jangan Merokok!
Jumat, 20 Jan 2006 09:37 WIB
Jakarta - "Anda memasuki Kota Suci, Jangan Merokok!" Itulah tulisan yang terpampang di banyak spanduk yang tersebar di Mina, salah satu kota di Arab Saudi yang juga menjadi kota tujuan jamaah haji seluruh dunia. Spanduk semacam itu ditulis dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Demikian catatan haji Dr Tjandra Yoga Aditama, spesialis paru-paru RS Persahabatan Jakarta yang juga dokter dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI. Dr Tjandra yang baru pulang dari menunaikan ibadah haji, menceritakan kisahnya pada detikcom, Jumat (20/1/2006).Rambu-rambu larangan merokok tak cuma tersebar di Mina. Di Makkah, tempat Masjidil Haram berada, ada beberapa billboard raksasa yang bergambar jantung dililit rokok. Billboard itu bertuliskan dalam bahasa Arab yaitu "Makkah Bebas Asap Rokok"."Ini bisa jadi jadi acuan untuk DKI Jakarta tentunya," kata Dr Tjandra. Selain itu, juga tersedia klinik berhenti merokok yang memang diminta oleh Framework Convention Tobacco Control (FCTC).Di hotel-hotel sekitar Masjidil Haram juga terdapat stiker yang bertuliskan dalam bahasa Inggris, Toward Tobacco Free Mecca. Sementara di depan Masjid Nabawi, Madinah, ada beberapa lampu terang dengan gambar larangan merokok. Di pintu gerbang halaman masjid juga ada tanda larangan merokok yang besar. Selain itu juga di kaca belakang bus jamaah haji ada stiker besar dalam bahasa Inggris bertuliskan Tobacco Free Hajj. Selama di Makkah dan Madinah, para jamaah haji menerima berbagai buku tipis tentang Islam yang dibagikan di masjid dan atau di hotel atau pondokan. "Salah satu buku itu menyebut jelas-jelas bahwa merokok adalah haram," tegas Dr Tjandra. Namun mesti aneka larangan merokok itu tersebar merata, tetap saja ada jamaah yang membandel, meski tidak mereka tidak mengisap sigaretnya di dalam atau di halaman masjid. "Termasuk jamaah kita," sesal Dr Tjandra. Dr Tjandra menuturkan, sebenarnya sejak lama para pemerhati rokok dari berbagai negara yang tergabung dalam Network of Islamic Activist Against Tobacco (NIAAT) berniat untuk mewujudkan Makkah dan Madinah Bebas Asap Rokok. "Apa yang saya lihat di Makkah, Madinah dan Mina beberapa hari lalu memang menunjukkan hal yang amat baik,"demikian Dr Tjandra.
(nrl/)











































