Round-Up

Parpol Koalisi Vs Relawan Jokowi soal Isu Reshuffle Menteri

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 06:48 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Maruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.
Foto: Jokowi bersama Kabinet Indonesia Maju. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).

PKB sebagai parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf meminta para relawan tak bermanuver dengan menyerang jajaran di kabinet. Ketua DPP PKB Daniel Johan meminta relawan tak mengatur Presiden.

"Urusan reshuffle sepenuhnya diputuskan Presiden Jokowi, relawan tidak usah ngatur-ngatur dan manuver," ujar Daniel Johan kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Menurut Daniel, sikap relawan yang seperti mendikte Presiden dinilai bisa membuat gaduh. Daniel menilai Presiden Jokowi sendirilah yang paling tahu soal kinerja para pembantunya.

"Nanti malah buat gaduh, karena Presiden yang paham sepenuhnya kinerja yang ada secara data," sebut Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Hal senada juga disampaikan Partai Gerindra. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menilai para menteri Kabinet Indonesia Maju telah bekerja keras.

"Kalau kami melihat, para menteri bekerja keras," kata Habiburokhman kepada wartawan, Kamis (23/10/2020).

Habiburokhman mengatakan pandemi COVID-19 membuat para menteri belum bisa memenuhi ekspektasi rakyat. Menurutnya, situasi pandemi Corona mempersulit para menteri bekerja maksimal.

"Kalaupun belum bisa memenuhi ekspektasi masyarakat, mungkin karena situasi pandemi ini sangat sulit bekerja maksimal," ujarnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menekankan reshuffle merupakan hak prerogatif Jokowi.

"Namun perlu digarisbawahi bahwa kewenangan menempatkan atau mencopot menteri merupakan hak prerogatif Presiden," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4