Warga Masih Abai Protokol COVID-19, Tim Satgas di Polman Intensifkan Razia

Abdy Febriady - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 20:44 WIB
Warga pelanggar protokol kesehatan di Polman Sulbar tengah disanksi (Foto: Abdy/detikcom)
Foto: Warga pelanggar protokol kesehatan di Polman Sulbar tengah disanksi (Foto: Abdy/detikcom)
Polewali Mandar -

Pelanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat terus meningkat. Satgas Penanganan COVID-19 pun akan mengintensifkan operasi yustisi untuk menindak warga yang masih abai protokol kesehatan.

"Saya melihat tingkat kesadarannya masih di bawah 70 persen, dari semula yang sudah kita iimbau," kata anggota Satgas COVID-19 Wonomulyo, Yudi, kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Yudi mengungkapkan, hari ini saja sedikitnya 50 warga yang merupakan pengunjung dan pedagang Pasar Induk Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, terjaring operasi Yustisi, yang digelar Satgas COVID-19 Wonomulyo.

Selain mendapat peringatan, warga yang didapati melanggar protokol kesehatan, beraktivitas tanpa memakai masker, langsung diberi sanksi sosial, menghafal pancasila hingga melakukan push up.

"Tadi dari pasar induk sampai pasar ikan ada sekitar 50 warga, diantaranya pedagang dan pengunjung pasar yang tidak memakai masker," ujarnya.

Yudi berharap dengan diintensifkannya operasi yustisi akan membuat warga mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, agar masyarakat waspada bahaya COVID-19.

"Jadi kami akan buat kegiatan berskala, dalam satu minggu kami akan lakukan giat terus supaya masyarakat sadar dan mentaati aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah," kata Yudi.

Berdasarkan pantauan, berbagai alasan kembali dilontarkan warga saat terjaring operasi. Selain lupa, tidak sedikit yang berkilah tidak memakai masker lantaran merasa sesak. Bahkan, seorang gadis muda yang terjaring, mengaku tidak memakai masker, lantaran uangnya dipakai membeli masker wajah.

Hingga hari ini tercatat, angka penularan virus corona di Kabupaten Polewali Mandar, mencapai 439 kasus. 352 sudah dinyatakan sembuh, 8 orang meninggal dunia. Sisanya masih jalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri.

(mae/mae)