Jelang Libur Panjang, Ini Pesan Menhub untuk Operator Transportasi

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 20:29 WIB
Menhub Budi Karya memantau arus balik mudik libur panjang
Foto: Dian Firmansyah
Jakarta -

Kementerian Perhubungan melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi pergerakan orang dan kendaraan yang diprediksi akan membludak pada libur panjang 28-30 Oktober mendatang. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia saat periode libur panjang tersebut.

"Kami melihat kecenderungan masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan semua jenis transportasi akan meningkat pada libur panjang akhir Oktober nanti. Kami prediksi akan terjadi peningkatan pergerakan orang dan kendaraan sekitar 10-20 persen," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2020).

Budi mengatakan Presiden Joko Widodo telah memperingatkan agar melakukan upaya antisipasi pada libur panjang nanti agar tidak terjadi peningkatan penularan COVID-19. Untuk itu, Budi akan melakukan koordinasi dengan para operator transportasi untuk memberlakukan protokol kesehatan.

Kemenhub juga akan melakukan pengecekan secara acak untuk memastikan protokol kesehatan telah dilakukan dengan baik oleh para operator

"Para operator ini yang mempunyai peran penting untuk memfasilitasi pergerakan orang antar kota, antar wilayah. Kalau mereka tidak taat, khawatir akan timbul penularan yang tidak kita inginkan. Tunjukan kita harus disiplin dan tidak kompromi terhadap protokol kesehatan. Kalau memang ada yang ditemukan reaktif atau positif ya harus dilarang berangkat," ujar Budi.

Budi juga meminta kepada operator transportasi untuk meningkatkan frekuensi perjalan untuk mencegah penumpukan penumpang. Kemenhub juga akan berkoordinasi dengan para Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) di daerah untuk melakukan pengawalan penerapan protokol kesehatan dengan ketat di daerah.

Selain itu, ia juga meminta Kadishub untuk mengantisipasi kemacetan yang bisa menjadi masalah yang memungkinkan terjadinya penularan. Budi pun memprediksi puncak arus kendaraan akan terjadi pada tanggal 28 Oktober.

"Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin berlibur agar jangan bertumpu di satu hari tersebut, untuk mencegah kepadatan yang berpotensi rawan terjadi penularan. Atur perjalanan anda dengan baik," ungkap Budi.

Ada tiga tempat yang diprediksi berpotensi terjadi kepadatan yaitu, Jalan dari arah Jakarta menuju ke arah timur (Jawa Barat, Tengah, dan Timur), kapal penyeberangan ke arah Sumatera, dan Bandara.

Budi pun menyarankan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi massal seperti pesawat dan transportasi publik lainnya agar sebisa mungkin jangan melepas masker, menunda makan dan minum, serta jangan berbincang di dalam pesawat.

"Kalaupun terpaksa memang harus makan dan minum karena perjalanan jarak jauh lebih dari 2 jam, agar segera kembali menggunakan masker setelah makan dan minum," tutur Budi.

Terkait dengan kondisi curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, Budi juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara dan memastikan kondisi kendaraan seperti mesin, rem, ban dan kondisi diri dalam keadaan prima.

Terakhir, Budi mengatakan libur di rumah saat ini menjadi pilihan yang baik di tengah pandemi yang masih belum berakhir. Walaupun harus liburan ke luar rumah agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk kebaikan bersama.

Tonton video 'Menhub Prediksi Puncak Perjalanan Libur Panjang pada 27-28 Oktober':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)