Pelaku Industri Pariwisata Girang Dapat Dana Hibah Rp 3,3 T

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 20:20 WIB
Hengky Manurung, Kasubdit investasi pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kireatif (tengah) bersama Maulana Yusran, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (kanan) menjadi pembicara dalam Webinar bertema Hibah pariwisata percepat pemulihan pariwisata nasional di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2020.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Kebijakan Pemerintah RI menyuntikkan Rp 3,3 triliun untuk dana hibah pariwisata disambut baik pelaku industri terkait. Hibah tersebut diperuntukkan bagi pelaku industri dan pemerintah daerah untuk mempersiapkan destinasi wisata beradaptasi dengan kondisi pandemi COVID-19.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menilai langkah yang diambil pemerintah dapat langsung menyentuh pelaku industri pariwisata. Di samping itu, mekanisme penentuan penerima hibah dinilai akuntabel, karena menggunakan basis data pembayaran pajak hotel dan restoran pada 2019.

"Dalam kondisi yang rumit seperti ini, kami menjadi sadar bahwa yang kami lakukan dengan membayar pajak selama ini ada manfaatnya," ujar Maulana dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2020).

Ia menambahkan ketentuan penggunaan hibah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan x dapat membantu mengurangi beban pelaku industri untuk bertahan dalam kondisi sulit ini.

Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hengky Manurung memaparkan dana hibah senilai Rp 3,3 triliun ini akan disalurkan sebesar 30 persen untuk pemerintah daerah, dan 70 persen untuk pelaku industri.

"Hibah ini ditujukan untuk penerapan protokol kesehatan sehingga destinasi siap menerima kembali wisatawan nusantara yang sangat dibutuhkan saat ini," lanjutnya.

Adapun proses dan mekanisme untuk mendapatkan hibah tersebut, antara lain pemerintah daerah hanya perlu mengajukan surat pemintaan dengan menyertakan daftar hotel dan restoran dengan nilai pajaknya.

"Hingga saat ini sekitar 85 daerah sudah bisa memasukkan surat permintaan untuk ditindaklanjuti, sehingga pada November sudah ada pencairan," ulas Hengky.

Dana hibah pariwisata akan disalurkan ke 101 daerah kabupaten/kota yang sesuai dengan lima kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria daerah penerima hibah tersebut, di antaranya Ibukota 34 Provinsi, berada di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 5 Destinasi Super Prioritas (DSP), daerah yang termasuk 100 Calendar of Event (COE), destinasi branding, juga daerah dengan pendapatan dari Pajak Hotel dan Pajak Restoran (PHPR) minimal 15 persen dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2019.

(akn/ega)