Bawaslu Setop Laporan Danny Pomanto, Erwin Aksa: Artinya Kritik Saya Benar

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 12:42 WIB
Erwin Aksa di Makassar YES 2019
Foto: Erwin Aksa (Dok detikcom)
Makassar -

Bawaslu Kota Makassar menghentikan laporan Danny Pomanto kepada Erwin Aksa atas tuduhan dugaan black campaign. Erwin Aksa menafsirkan keputusan Bawaslu membuktikan kebenaran kritiknya terhadap Danny Pomanto.

"Alhamdulillah kalau tidak terbukti. Itu artinya kritik saya soal Danny itu benar," kata Erwin Aksa kepada detikcom, Jumat (23/10/2020).

Erwin juga mengapresiasi kerja profesional Bawaslu Kota Makassar yang melihat subtansi masalah yang dilaporkan oleh tim dari Danny Pomanto.

"Bawaslu sudah objektif dan profesional, sangat paham tentang substansi atau materi perkara," ungkapnya.

Setelah laporan soal dirinya tidak diteruskan, Erwin mengaku akan terus memberikan pencerahan kepada masyarakat soal kerja Danny Pomanto selama memimpin Makassar selama 1 periode.

"Saya melihat Danny menjual janji yang belum dikerjakan, padahal 5 tahun dia sudah berkuasa. Saya tidak melihat ada hal luar biasa, Kota Makassar dibangun oleh saudagar atau enterpreneurnya yang hebat-hebat. Kota Makassar adalah kota jasa," ungkapnya.

"Jadi yang membuat Makassar tumbuh karena konsumsi dan investasi swasta, bukan belanja pemerintah atau kebijakan publiknya Danny," imbuh dia.

Sebelumnya, Bawaslu Kota Makassar menghetikan laporan Danny Pomanto ke Erwin Aksa soal black campaign. Bawaslu menilai laporan Danny Pomanto tidak cukup bukti.

"Ya berhenti dipemeriksaan kedua semalam," kata Komisioner Bawaslu Kota Makassar, Zulfikarnaen.

Kasus ini bermula ketika kuasa hukum paslon wali kota dan wawalkot Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama) melaporkan Erwin Aksa (EA) ke Kantor Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Selatan (Bawaslu Sulsel), Rabu (14/10) lalu.

Kubu Adama menilai pernyataan EA yang dikutip di beberapa media massa telah menyerang kehormatan dan dapat merugikan Danny-Fatma yang saat ini sedang mengikuti proses kampanye dalam kontestasi Pemilihan Wali (Pilwali) Makassar.

"Danny selaku calon wali kota merasa kehilangan kepercayaan dan mungkin akan tidak dipilih oleh warga Makassar yang sempat membaca berita dari pernyataan Erwin selaku ketua tim kubu lawan Danny-Fatma," ujar Ilham via rilis Tim Adama.

(fiq/aud)