Round-Up

Dalih DPR Soal UU Cipta Kerja 1.187 Halaman: Salah Format-Hapus Pasal

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 08:15 WIB
Omnibus Law Cipta Kerja
Foto: Omnibus Law Cipta Kerja (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Naskah UU Cipta Kerja yang paling baru kini berjumlah 1.187 dari 812 halaman yang sudah diserahkan ke Sekterariat Presiden (Setneg). DPR beralasan perubahan halaman itu lantaran ada kesalahan format hingga penghapusan satu pasal.

Hal itu terungkap ketika Mensesneg, Pratikno memberikan salinan UU Cipta Kerja itu kepada beberapa organisasi, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI tidak menerima salinan UU Cipta Kerja 812 halaman, namun 1.187 halaman.

"Soft copy 1.187 dan hard copy 1.038," kata Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi, lewat pesan singkat, Rabu (21/20/2020).

PP Muhammadiyah juga sudah menerima naskah UU Cipta Kerja dari Mensesneg. Jumlah halaman naskah UU Cipta Kerja itu sama dengan yang diterima MUI, yakni 1.187 halaman.

"Ya. Tadi diserahkan oleh Mensesneg di istana. (Ada) 1.187 (jumlah halaman)," kata Mu'ti.

Mensesneg Pratikno pun buka suara. Dia menyebut, UU Cipta Kerja yang 1.187 adalah UU Cipta Kerja yang diserahkan oleh DPR kepada Presiden.

"Substansi RUU Cipta Kerja dalam format yang disiapkan Kemensetneg (1.187 halaman) sama dengan naskah RUU Cipta Kerja yang disampaikan oleh DPR kepada Presiden," kata Pratikno kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Pratikno menjelaskan, perubahan jumlah halaman itu lantaran dilakukannya formatting dan pengecekan teknis oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Proses itu, menurut dia, memang harus dilewati sebelum sebuah undang-undang disampaikan ke Presiden dan diundangkan.

"Sebelum disampaikan kepada Presiden, setiap naskah RUU dilakukan formatting dan pengecekan teknis terlebih dahulu oleh Kementerian Sekretariat Negara agar siap untuk diundangkan. Setiap item perbaikan teknis yang dilakukan, seperti typo dan lain lain, semuanya dilakukan atas persetujuan pihak DPR, yang dibuktikan dengan paraf Ketua Baleg," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2