Dephan Minta Atase Pertahanan KBRI Suplai Data Senjata
Kamis, 19 Jan 2006 23:20 WIB
Jakarta - Departemen Pertahanan menugaskan seluruh atase pertahanan (athan) yang bertugas di luar negeri untuk memberikan data dan spesifikasi persenjataan. Data ini akan digunakan untuk melengkapi program pengadaan alutsista 2005-2009. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Sarana Pertahanan Dephan, Marsekal Pertama Pieter Wattimena usai memberikan acara pengarahan terhadap athan mengenai program pengadaan alutsista 2005-2009 di kantor Dephan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (19/1/2006)"Ini agar proses pengadan barang dan jasa dari negara-negara dimana mereka bertugas dapat lebih lancar," jelas Pieter.Untuk itu melalui pengarahan ini, Dephan berharap para athan bisa mendapatkan data-data langsung dari pabrik senjata maupun alat tempur yang ada. "Kita berikan mereka kewenangan untuk bertanya dan mencari informasi data-data dengan spesifikasi teknik dan harga dari negara-negara bersangkutan, " ujarnya.Selain mencari data dan spesifikasi teknik alutsista yang dibutuhkan, para athan ini nantinya mendapatkan tugas untuk melobi negara-negara yang bersangkutan. "Kami berharap peran athan ini ke depan akan lebih optimal," tegasnya.Pasca dicabutnya embargo senjata Amerika, Dephan akan memprioritaskan pengadaan alutsista kepada pengadaan suku cadang dari persenjataan dan pesawat tempur dan pesawat angkut yang tidak bisa beroperasi. "Prioritasnya kita akan menghidupkan yang ada sekarang, semua alutsista yang ada kita hidupkan lagi," ujar Pieter.Mengenai kekmungkinan pengadaan alutsista dari negara selain AS, Pieter menegaskan masalah itu sedang dibahas. "Tetapi itu semua berpulang kepada kemampuan keuangan negara," cetusnya.
(ton/)











































