18 Daerah di Sumut Rawan Banjir
Kamis, 19 Jan 2006 22:57 WIB
Medan - Sebanyak 250 titik lokasi yang tersebar di 18 kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut), berpotensi banjir akibat tingginya curah hujan dan karena kondisi geografis Sumut yang beriklim tropis. Titik rawan banjir tersebut berada di sepanjang jalur pengunungan Bukit Barisan. Daerah yang berpotensi terkena banjir itu adalah Kabupaten Dairi, Deliserdang, Humbang Hasundutan, Karo, Langkat. Kemudian Mandailing Natal, Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Pakpak Bharat, Samosir, Simalungun, Tapanuli Selatan. Lalu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Nias, Nias Selatan dan Toba Samosir. Sedangkan kabupaten di luar jalur pengunungan Bukit Barisan yang juga berpotensi rawan banjir akibat banjir kiriman adalah Kabupaten Asahan, Medan, Pematang Siantar, Tebing Tinggi dan kota lainnya. "Banjir tersebut disebabkan curah hujan yang tinggi ditambah pengunungan gundul akibat ilegal logging. Air yang langsung turun mengakibatkan daerah di bawah pengunungan terendam seperti yang terjadi baru-baru ini di Langkat, Asahan, Tanjung Balai dan Tebing Tinggi."Demikian kata Kepala Bidang Kesiagaan Bakesbang Linmas Pemerintah Provinsi Sumut Sungkun Pandia kepada wartawan di kantornya Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (19/1/2006).Pandia menyebutkan dalam menanggulangi banjir, Kesbang Linmas telah menyerahkan seluruhnya kepada Satuan Pelaksanan Penanganan Penanggulangan Bencana (Satlak PPB) kabupaten dan kota. Kemungkinan Satlak kabupaten dan kota sudah mengadakan penyuluhan kepada masyarakat dan memberikan pengarahan agar tidak bermukim di bantaran sungai. Namum seruan tersebut seringkali tidak diindahkan masyarakat. "Pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena masyarakat tidak mengindahkan dan tetap tinggal di bantaran sungai," ujar Pandia. Dikatakannya, apabila terjadi banjir Kesbanglingmas yang dibantu instansi lain selalu siap membantu dan mengevakuasi serta merelokasi pemukiman warga untuk sementara sampai banjir usai.
(ton/)











































