Ridwan Kamil: Puncak Bogor Ditutup Bila Lebihi Kapasitas Saat Long Weekend

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 17:25 WIB
Ridwan Kamil
Ridwan Kamil (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Akan ada libur panjang atau long weekend saat hari maulid Nabi Muhammad SAW. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) menjelaskan antisipasi akan dilakukan untuk mencegah kepadatan wisatawan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, dan Cianjur.

"Karena kami akan melakukan beberapa tindakan penyekatan jika dirasa volumenya sudah melebihi apa yang kami perkirakan. Jadi intinya tidak dilarang tapi kami punya kapasitasnya. Kalau dalam hitungan traffic counting-nya kapasitasnya sudah mulai berlebih, pasti kami tutup," kata RK, saat konferensi pers usai meninjau simulasi vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10/2020).

Pria yang juga akrab disapa Kang Emil ini menjelaskan kebanyakan wisatawan di Puncak adalah warga Jakarta. Dia pun berharap warga Jakarta bisa menahan diri untuk tidak pergi berwisata ke kawasan Puncak.

"Oleh karena itu juga, saya mengimbau kalau Puncak kan biasanya wisatawannya dari Jakarta. Jadi kepada warga Jakarta, ikuti imbauan dari pemerintah, kalau bisa tidak dulu memaksakan diri ke Puncak, ke Cianjur, dan coba maksimalkan berekreasi di wilayah dekat rumahnya masing-masing," lanjutnya.

RK menerangkan penutupan atau penyekatan tidak akan dilakukan setiap hari saat long weekend, tapi penutupan di kawasan Puncak dan Cianjur akan dilakukan di waktu tertentu. Rapat koordinasi pun, kata Kang Emil, juga akan dilakukan untuk mencegah kerumunan saat long weekend.

"(Rapat dilakukan) yang arahnya memang memotivasi orang untuk mengurangi pergerakan karena kalau lepas kendali, (akan ada) kerumunan tidak terkendali, (dan) itu susah untuk dijadikan ukuran. Nah pengalaman sebelum-sebelumnya, memang ada penutupan. Tapi tidak 100 persen, di waktu-waktu tertentu, di jam tertentu itu kita lakukan. Dan itu pasti akan kita ulangi apalagi long weekend ini terdeteksi potensinya (berkerumun) sangat besar," jelas RK.

Dia pun mengatakan tidak ada pelarangan untuk pergi ke tempat wisata di kawasan Puncak. Dia mengatakan protokol kesehatan COVID-19 juga akan dimaksimalkan di tempat-tempat wisata di kawasan Jabar.

"Nah kami antisipasi, pertama semua destinasi pariwisata di Jawa Barat sudah kami identifikasi untuk memaksimalkan protokol dan kedisiplinan menjaga presentasi kapasitas. Jadi kalau nanti petugas akan saya tugaskan, nanti kalau ketahuan jatah (kapasitas maksimal) 50 persennya ternyata berlebih, kita akan beri sanksi juga, nah itu," pungkas Ridwan Kamil.

Tonton video 'Menhub Prediksi Puncak Perjalanan Libur Panjang pada 27-28 Oktober':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)