Viral Pria Berbadik Kejar Pendemo Gegara APK Dibongkar, Ini Kata Tim Danny

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 15:02 WIB
Wali KOta Makassar, Sulawesi Selatan, Ramdhan Pomanto
Danny Pomanto (Ari Saputra/detikcom)
Makassar -

Viral di media sosial sekelompok pria di Kota Makassar mengamuk menggunakan badik dan mengejar sejumlah massa demonstran yang menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Sekelompok pria berbadik itu marah karena alat peraga kampanye (APK) milik Pasangan Calon Wali Kota Makassar Ramdhan (Danny) Pomanto-Fatmawati Rusdi atau disingkat ADAMA dirusak massa.

Aksi pria berbadik mengamuk dan mengejar massa demonstran beralmamater kampus itu terjadi saat unjuk rasa penolakan Omnibus Law Ciptaker di flyover Urip Sumoharjo, Makassar pada Selasa (20/10) lalu. Massa demonstran diduga telah menjadikan baliho kampanye Paslon Danny-Fatma sebagai penutup jalur di bawah flyover Urip.

Dalam video viral tampak salah seorang pria bertanya siapa yang merusak baliho tersebut. "Siapa yang merusak ini hah! Hah!," kata salah seorang pria sembari mengeluarkan badik dari badik bajunya.

Seorang pria lain kemudian ikut berteriak mencari tahu sosok yang membongkar baliho tersebut. "Siapa yang bongkar, siapa?" teriak pria lainnya.

Sejumlah pria itu kemudian tampak mengejar massa mahasiswa yang menggunakan almamater. Seketika massa mahasiswa tampak berhamburan menjauhi sejumlah pria yang tengah mengamuk tersebut.

Terlihat juga salah seorang pria yang tengah mengamuk terus menghunuskan badik miliknya sembari mengejar massa. Ada juga pria yang melempar batu ke arah massa. Sedangkan massa terus berlarian menjauh.

Dikonfirmasi terkait video viral tersebut, Juru Bicara Tim Danny-Fatma, Aloq Natsar Desi, mengatakan setiap pendukung pasti akan tersinggung jika ada baliho yang dirusak.

"Tentunya dengan baliho yang dirusak, pasti tersinggung merasa dirusak baliho. Mulai dari komunitas, relawan, pendukung tersinggung. Saya kira dengan situasi itu, maka wajar-wajar saja baliho yang paslon dirusak pendukungnya marah," kata Aloq saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (22/10/2020).

Aloq lantas membantah sekelompok orang yang mengacungkan badik dan parang ke arah demonstran adalah pendukung Danny-Fatma. Tapi dia juga menyebut jika ada sejumlah pendukung Danny Pomanto yang memang tidak terdata.

"Begini, kalau saya lihat itu ada laporan bahwa mahasiswa ada yang demo. Tetapi ada oknum mahasiswa yang disusupi dengan tidak sesuai agenda (penolakan) omnibus law tetapi merusak, yang dia rusak termasuk baliho-baliho pasangan calon yang bertarung di Pilwakot," ujarnya.

Aloq kembali menegaskan pria berbadik di video viral tersebut bukan dari pihaknya. Namun dia mengibaratkan adanya pendukung Danny yang seperti siluman.

"Pendukung Adama itu ada seperti tentara, ada yang seperti siluman, ada yang terdata. Jadi di setiap tempat itu ada pendukung kami yang tidak terdata yang seperti siluman, itu yang berbahaya. Luar biasa pendukugnya Adama, ada yang terdata dan tidak terdata," pungkasnya.

(nvl/idh)