SBY Terkesan Ketakutan Hadapi Angket Impor Beras

SBY Terkesan Ketakutan Hadapi Angket Impor Beras

- detikNews
Kamis, 19 Jan 2006 18:28 WIB
Jakarta - Langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memanggil 11 menteri asal partai politik dan meminta agar para menteri melobi partainya terkait dengan impor beras dinilai berlebihan. Bahkan ada kesan, SBY ketakutan dengan hak angket yang tengah digulirkan DPR."Ada apa kok ketakutan banget. Ini berlebihan, yang justru akan menimbulkan resistensi dari pengusul hak angket," kata anggota FPKS Tamsil Linrung kepada detikcom di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2006).Pengumpulan menteri dari parpol oleh SBY, menurut Tamsil, cenderung berlebihan dan bahkan cenderung mencurigakan, karena terkesan ketakutan dengan hak angket impor beras. Padahal hak angket merupakan hak anggota DPR untuk melakukan penyelidikan, bukan untuk menjatuhkan presiden.FPKS mengaku tidak akan terpengaruh dengan pertemuan tersebut, dan akan tetap pada pendiriannya untuk menolak impor beras. Namun demikian, pihaknya tetap akan mendengarkan penjelasan dari menteri PKS yang bersangkutan. Sementara anggota FPKS lainnya, Suryama, memprotes pernyataan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra yang menyatakan penggunaan hak angket sebagai politik tak sehat . Menurut Suryama, pernyataan Yusril sebagai pelecehan terhadap DPR. "Yusril harus pertanggungjawabkan kepada DPR dan minta maaf. Kami minta presiden menegur Yusril atas pernyataan tersebut yang justru mencederai proses demokratisasi," kata Suryama. Presiden memanggil 11 menteri asal parpol Kamis (19/1/2006) pagi untuk membahas hak angket impor beras. Dalam pertemuan itu hadir seluruh menteri yang berasal dari sejumlah partai-partai politik. Antara lain, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menpora Adhyaksa Dault, Menakertrans Erman Suparno, Menkop dan UKM Suryadharma Ali, Menpera Yusuf Asyari, Menhut MS Kaban, Menpan Taufik Effendi dan lain-lain. Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Menko Perekonomian Boediono. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads