Bawaslu Riau Belum Temukan Kampanye Pilkada Langgar Protokol COVID-19

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 14:42 WIB
Logo Bawaslu, gedung Bawaslu, ilustrasi gedung Bawaslu
Ilustrasi Bawaslu (Zunita Putri/detikcom)
Jakarta -

Selama pelaksanaan kampanye pilkada di 9 kabupaten dan kota di Riau, Bawaslu belum mencatat adanya pelanggaran terkait protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Bawaslu Riau hanya mencatat kesalahan pada penertiban spanduk, alat peraga, dan 23 pelanggaran kampanye yang lagi diproses.

"Sudah lebih 20 hari kampanye pilkada di Riau, kita belum menemukan pelanggaran soal protokol kesehatan yang sampai kita proses. Pelaksanaan kampanye selama ini, yang dipantau di lapangan, belum ada yang melabrak protokol kesehatan," kata Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan Lubis kepada detikcom, Kamis (22/10/2020).

Selama ini, kata Rusidi, sebelum pelaksanaan kampanye, petugas Bawaslu sudah berada di lapangan. Kehadiran petugas Bawaslu untuk mengimbau peserta kampanye agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Jadi, sebelum acara kampanye dimulai, tim kita sudah berada di lokasi. Tim mengimbau agar peserta harus menaati protokol kesehatan. Maka, semua yang datang harus pakai masker, cuci tangan sebelum masuk di lokasi kampanye, dan harus jaga jarak," kata Rusidi.

Rusidi mengatakan Bawalu terus memantau secara ketat agar seluruh peserta harus mematuhi protokol kesehatan selama COVID-19 belum reda di Riau. Imbauan tim Bawaslu di lapangan itu dilakukan agar tidak terjadi klaster baru dalam penyebaran virus Corona.

"Karena tim kita memang ketat mengawasi di lapangan, sehingga seluruh pelaksanaan kampanye selama ini tetap mematuhi protokol kesehatan. Kalaupun di lapangan ditemukan warga yang tak pakai masker, langsung kita imbau agar menggunakan masker agar bisa ikut kampanye," ujarnya.

Lebih lanjut, Rusidi menjelaskan, selama ini pihaknya hanya mencatat ada 23 pelanggaran kampanye. Pelanggaran tersebut telah diproses. Selain itu, pernah membubarkan kampanye karena tanpa izin.

"Ada 23 pelanggaran selama kampanye yang kita proses lebih lanjut. Untuk pelanggaran protokol kesehatan belum ada sama sekali. Ya itu karena tim kita cukup ketat mengawasi di lapangan. Kita belum pernah mengeluarkan teguran, yang ada baru imbauan agar mereka mematuhi protokol kesehatan," kata Rusidi.

(cha/mae)