Pemulangan Haji Telat Terus, Menag Bosan Tegur Garuda
Kamis, 19 Jan 2006 16:44 WIB
Jakarta - Begitu-begitu saja dan tak ada perubahan. Menteri Agama (Menag) M Maftuh Basyuni pun bosan. Ia merasa tegurannya terhadap PT Garuda Indonesia tentang keterlambatan pemulangan jamaah haji sia-sia. Menag akan siapkan sanksi."Saya sudah meniren, sudah bosan dan sudah berbusa-busa mulut saya (menegur Garuda)," kata Menag usai menjemput amirulhaj Malik Fadjar di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Kamis (19/1/2006).Malik Fadjar yang pernah menjabat Menag ini bergabung dalam kloter 10 pemulangan jamaah haji. Kloter itu dijadwalkan tiba pukul 09.00 WIB, namun baru tiba di bandara pukul 13.20 WIB.Menurut Menag, proses pemulangan dari maktab (pondokan) ke Bandara King Abdul Aziz tidak bisa dijadikan alasan keterlambatan. Meski begitu, Menag mengakui pembatasan gate (pintu masuk) pada Garuda di Bandara King Abdul Aziz. Garuda hanya mendapatkan 1 dari 12 gate.Menag menegaskan akan membahas sanksi kepada Garuda setelah pelaksanaan ibadah haji selesai.Sementara Direktur Pelayanan Haji Mochtar Ilyas memaparkan keterlambatan pemulangan haji sudah mencapai 147 jam untuk 40 kloter. Keterlambatan itu misalnya, kloter 3 Banjarmasin hingga 34 jam. Lalu kloter 3 Banda Aceh 17 jam dan kloter 10 dari Jakarta 4 jam.Bukan Salah DepagMalik Fadjar pun meminta Direktur Utama Garuda memperhatikan serius kondisi di lapangan tentang sering terjadinya keterlambatan pesawat."Proses pemulangan akan menjadi terhambat apabila satu kloter terlambat sehingga mempengaruhi kloter yang lain. Jamaah yang sudah lelah tentunya ingin jadwalnya tepat waktu," kata Malik.Menurut Malik, untuk keterlambatan ini Depag tidak bisa dijadikan kambing hitam karena itu sepenuhnya merupakan kesalahan Garuda.
(iy/)











































