Termasuk Penyidik Kasus BNI
Mabes Polri Mutasikan Perwiranya
Kamis, 19 Jan 2006 16:48 WIB
Jakarta - Mabes Polri kembali melakukan mutasi sejumlah perwiranya secara besar-besaran. Ada 170 perwira menengah (pamen), termasuk penyidik kasus L/C fiktif BNI Rp 1,7 triliun.Para pamen dimutasi di jajaran Mabes Polri maupun ke kepolisian daerah. Mutasi terbanyak terjadi di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim)."Mereka di antaranya berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) sampai Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol)," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Bambang Kuncoko kepada wartawan di kantornya di Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2006).Mutasi tersebut berdasarkan tiga surat telegram rahasia (TR) dari Kapolri Jenderal Pol Sutanto tertanggal 17 Januari 2006. Ketiga TR itu bernomor 41/I/2006, 42/I/2006 dan 43/I/2006. Dalam surat itu menyebutkan sebanyak 81 orang berpangkat Kombes Pol dan sisanya sebanyak 73 orang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)."Mereka ini dimutasi ke lingkungan Mabes Polri, ke lingkungan pendidikan dan ada juga yang dimutasi untuk operasional kewilayahan," kata Bambang.Pamen yang dimutasi antara lain Wakil Direktur I Keamanan dan Kejahatan Transnasional Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Budi Utama menjadi Wakil Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, menggantikan Kombes Pol Rusbagyo Ishak yang akan menjabat sebagai Wakil Kepala Polda Riau.Wakil Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Mathius Salempang akan menjadi Wakil Direktur I Keamanan dan Kejahatan Transnasional Bareskrim. Kepala Unit Transnasional Direktorat I Bareskrim Kombes Pol Benny Mamoto menjadi Wakil Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim.Sementara Kombes Pol Petrus Olese menjadi Kepala Unit Cyber Crime Direktorat I Bareskrim Mabes Polri. Selain itu, ada beberapa pamen di Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim, yang sebelumnya menyelidiki kasus BNI ikut dimutasi.Mereka antara lain AKBP Basuki dan AKP Soni menjadi pamen di Polda Sulawesi Tengah. AKP Agus Salim menjadi pamen non-jabatan di Polda Banten, AKP Arya Devananta menjadi perwira pertama di Secapa Lido, Sukabumi.Kasus BNI sempat mengguncang Mabes Polri dengan skandal suap antara terdakwa Adrian Herling Waworuntu dengan sejumlah penyidik.
(zal/)











































