Cerita Airlangga Saat Luhut Ubah Pandangan World Bank soal UU Cipta Kerja

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 23:21 WIB
Jumpa pers setelah acara tasyakuran HUT ke-56 Golkar.
Jumpa pers setelah acara tasyakuran HUT ke-56 Golkar. (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto memimpin acara tasyakuran HUT ke-56 Golkar. Dalam sambutannya, Airlangga bercerita soal bagaimana Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengubah pandangan Bank Dunia (World Bank) soal omnibus law UU Cipta Kerja.

"Partai Golkar berterima kasih kepada Ketua Fraksi Partai Golkar yang telah menjalankan pembahasan UU di DPR dan Golkar berterima kasih kepada Pimpinan DPR yang telah memimpin rapat pleno DPR dan juga sudah mengetok UU pada 5 Oktober, ditambah lagi yang pertama memberi Pak Menko Marvest file lengkap berkaitan UU Cipta Kerja," kata Airlangga di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2020).

Airlangga mengatakan, setelah menerima file lengkap UU Cipta Kerja, Luhut langsung membagikan file tersebut ke lembaga-lembaga lain, termasuk Bank Dunia. Hal itulah yang kemudian mengubah pandangan Bank Dunia soal UU Cipta Kerja.

"(File) itu disampaikan Pak Menko Marives ke lembaga-lembaga lain sehingga lembaga internasional, seperti World Bank, pun berubah pandangannya sesudah membaca secara lengkap," ujar Airlangga.

Dalam acara tasyakuran itu, Airlangga terus mengucapkan terima kasih kepada para kader Golkar yang terus membangun pemerintah Jokowi-Maruf Amin.

"Jadi kami terima kasih kepada seluruh kader Golkar yang bekerja keras untuk bangsa dan negara, bersama-sama partai-partai pendukung Bapak Presiden dan Maruf Amin untuk menjalankan program-program pembangunan," ucap Menko Perekonomian itu.

Airlangga hadir dalam tasyakuran dan potong tumpeng rangkaian HUT ke-56 Partai Golkar. Acara dihadiri 30 orang secara fisik dan kader-kader DPD Golkar lainnya secara virtual.

Selain Airlangga, turut hadir Ketua Dewan Pembina Golkar Abu Rizal Bakrie, Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung, Ketua Dewan Penasihat sekaligus Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Pakar Agung Laksono, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua DPP Meutya Hafidz, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Nurul Arifin, Nurdin Halid, hingga Bendahara Umum Dito Ganinduto.

(idn/idn)