Nama Jalan Jokowi di Abu Dhabi, Moeldoko: Tak Ubah Sikap terhadap Palestina

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 21:40 WIB
Nama Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi
Nama Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi. (Foto: KBRI UEA)
Jakarta -

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) meresmikan nama Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi. Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menegaskan adanya nama jalan Presiden Joko Widodo tak mengubah sikap politik RI terhadap Palestina.

"Politik luar negeri kita terhadap Palestina tidak akan berubah sedikit pun, jadi tetap seperti itu. Tidak akan terpengaruh dengan penamaan sebuah jalan," kata Moeldoko, di kantor KSP, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Moeldoko menegaskan bahwa pemberian nama jalan ini tak akan berpengaruh terhadap sikap politik luar negeri. Ia percaya politik luar negeri yang bebas aktif akan terus dijalankan oleh Indonesia ataupun negara lainnya.

"Politik luar negeri kita adalah politik yang bebas aktif dan itu diyakini dan dijalankan oleh setiap pemimpin negara," sebutnya.

Moeldoko melihat penamaan jalan Presiden Joko Widodo sangat baik dari sisi diplomatik RI di luar negeri. Dia mengapresiasi nama pemimpin Ri diletakkan di tempat terhormat di UEA.

"Berikutnya bagaimana posisi Indonesia dalam membangun hubungan dengan Uni Emirat Arab adalah sebuah lompatan yang sangat signifikan. Saya pikir itu sebuah apresiasi luar biasa dari negara yang bersangkutan. Untuk itu kita warga bangsa harus ikut berbangga karena nama anak Indonesia, pemimpin republik ini ditempatkan di tempat terhormat menjadi sebuah nama jalan di Uni Emirat Arab. Ini saya pikir adalah sebuah apresiasi dari luar negeri dan kita juga harus bisa ikut menaruh rasa hormat atas semuanya," jelasnya.

Sebelumnya, hal ini sempat disinggung oleh anggota DPR Komisi I Fadli Zon saat mengkritik pemberian nama jalan di Abu Dhabi ini. Waketum Gerindra itu berharap pemberian nama jalan itu bukan sebagai iming-iming agar Indonesia mengikuti sikap UEA terkait soal normalisasi Israel. Fadli Zon meminta pemerintah Indonesia tetap teguh pada pendirian dan komitmen soal Palestina.

"Karena UEA baru-baru ini menandatangani normalisasi dengan Israel bersama Bahrain dan beberapa negara di sekitar teluk yang dikritisi oleh negara lain. Jangan sampai ada iming-iming supaya mengikuti jejaknya, karena itu akan ditentang seluruh rakyat Indonesia. Karena kita punya komitmen soal Palestina karena bagian dari perjuangan politik luar negeri kita," kata Fadli Zon saat dihubungi, Selasa (20/10).

Peresmian nama Jalan Presiden Joko Widodo sendiri digelar pada Senin (19/10) pukul 16.45 waktu setempat oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office Syekh Khalid bin Mohammed bin Zayed al-Nahyan.

Nama Jalan Presiden Joko Widodo itu dituliskan dalam bahasa Inggris, 'President Joko Widodo Street', dan dalam bahasa Arab. Jalan Presiden Joko Widodo yang diresmikan itu berada di salah satu ruas jalan utama, yang membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah kantor perwakilan diplomatik.

Sebelum diubah menjadi Jalan Presiden Joko Widodo, nama jalan itu 'Al Ma'arid Street', yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti 'ekshibisi' atau 'pameran'. Jalan itu menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra.

(idn/idn)