Departemen PU: Banjir & Longsor Tewaskan 196 Orang
Kamis, 19 Jan 2006 16:22 WIB
Jakarta - Anda masih ingat di mana saja kejadian banjir dan longsor di Indonesia sepanjang tahun 2005-2006? Mungkin tidak secara detil. Tapi bencana alam itu telah merenggut nyawa 196 orang.Data itu disampaikan Direktur Jenderal Sumberdaya Air Departemen Pekerjaan Umum Siswoko dalam jumpa pers di Departemen Pekerjaan Umum, Jalan Pattimura No. 20, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2006).Menurut data yang dia miliki hingga 10 Januari 2006, sepanjang tahun 2005-2006 tercatat 39 kejadian banjir dan 10 kejadian tanah longsor. Jumlah korban meninggal 196 orang, 37 hilang, 33.787 diungsikan, dan 29 luka-luka.Dia mengatakan, masyarakat sering salah persepsi dengan adanya tanggul. Menurutnya, tidak selamanya suatu daerah akan bebas banjir dengan adanya tanggul.Tanggul, kata dia, umumnya dibangun untuk debit air tertentu pada daerah aliran sungai yang meluap pada musim hujan, dan tidak mungkin sepenuhnya menahan limpahan air sungai."Terap beton yang kami bangun bukan untuk gaya-gayaan, tetapi hanya agar apabila banjir besar datang tidak hancur, karena tidak ada tanggul yang dibangun setinggi banjir terbesar," ujarnya.Upaya mengatasi masalah banjir secara menyeluruh umumnya hanya dapat mengurangi besarnya kerugian. Upaya itu terbagi dua, yaitu upaya struktur dan nonstruktur.Upaya struktur misalnya dengan membangun tanggul, sudetan, banjir kanal, interkoneksi, memperkecil debit banjir dengan waduk, atau mengurangi genangan air dengan polder, pompa, dan sistem drainase.Sedangkan upaya nonstruktural antara lain perkiraan banjir dan peringatan dini penanggulangan banjir dan evakuasi, relokasi, pengelolaan dataran banjir, tata ruang, penghijauan, informasi publik, dan penegakan hukum.Departemen PU sekarang juga sedang memulai kerjasama dengan pemerintah Belanda untuk membuat peta rawan banjir agar masyarakat mendapatkan informasi bahwa mereka tinggal di daerah rawan banjir.Siswoko menjelaskan, banjir tidak bisa diramalkan secara akurat seperti datangnya jam berapa, atau besarnya bagaimana. Maka salah satu tugas Departemen PU adalah memasang early warning system di setiap sungai besar, terutama yang ada di Jakarta, sehingga penduduk seperti di Kampung Melayu atau Bidaracina harus siap.Dia mengimbau warga menurut jika ada peringatan. "Dulu waktu banjir 2002 sudah diperingatkan, tapi ngeyel karena dianggapnya sudah rutin," ujarnya.
(san/)











































