Peduli Pendidikan, Yayasan Anak Bangsa Bisa Perluas Program #bersamaBISA

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 18:53 WIB
Yayasan Anak Bangsa Bisa
Foto: Yayasan Anak Bangsa Bisa
Jakarta -

Dua dekade terakhir, secara global pendidikan telah mengalami penetrasi yang sangat cepat. Hal ini dapat terlihat nyata dari meningkatnya angka melek huruf (global literacy rates) serta jumlah peserta didik yang mendapatkan pendidikan dasar di dunia.

Dilansir dari situs Ourworldindata.org, negara seperti Korea Selatan menunjukkan perkembangan yang sangat cepat dalam sektor pendidikan. Namun, saat ini pendidikan di dunia menghadapi tantangan akibat adanya pandemi COVID-19.

Penutupan sekolah dan keterbatasan sarana belajar jarak jauh menjadi dua di antara beberapa tantangan lain yang harus dihadapi. Dilansir dari situs United Nations (UN), sekitar 94% populasi pelajar di dunia terdampak akibat pandemi ini, yang mana 99%-nya berada di negara dengan pendapatan kecil atau menengah.

Krisis ini tentunya juga berpengaruh kepada dunia pendidikan Indonesia. Banyak pelajar dan juga tenaga pendidikan yang turut terdampak, sehingga kebijakan belajar di rumah tidak terelakkan. Namun, para pelajar dan pengajar kita langsung dihadapkan dengan masalah utama, yakni ketersediaan sarana pendukung serta adaptasi penggunaan teknologi. Survei yang dilakukan oleh U-Report dengan judul 'Rencana Kembali ke Sekolah di Masa COVID-19' menyatakan nada yang sama, bahwa lebih dari 40% siswa merasakan kesulitan akses internet yang tidak lancar, serta kekurangan gawai yang memadai.

Selain itu, negara kita juga dikategorikan minim dari segi inovasi maupun pemanfaatan teknologi. Hal ini tercermin dari posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat ke-85 dari 131 negara dalam Global Innovation Index 2020.

Minimnya inovasi dan penggunaan teknologi di dunia pendidikan Tanah Air tersebut membuat salah satu organisasi nirlaba yaitu Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) tergerak untuk membantu. Ketua Yayasan Anak Bangsa Bisa, Monica Oudang mengatakan YABB mempunyai tujuan untuk mewujudkan semangat gotong royong yang memungkinkan komunitas untuk melakukan inisiatif filantropi bersama.

"Kami percaya bahwa pendidikan merupakan elemen penting untuk membangun masyarakat yang tangguh dan berdaya. Hal ini sejalan dengan misi YABB untuk mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan melalui pemerataan kesempatan di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan keberagaman," ungkap Monica, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).

Menurut Monica, YABB telah memulai langkahnya ini dengan meluncurkan program #bersamaBISA, yaitu program unggulan dari YABB yang diluncurkan pada bulan Juli 2020.

"Untuk itu, program #bersamaBISA telah kami susun sedemikian rupa agar dapat mengembangkan kemampuan non-teknis (soft skills) siswa, sehingga mereka BISA Percaya Diri (Komunikasi), BISA Bergaul (Kolaborasi), BISA Berpikir Kritis, serta BISA Berkreasi (Kreativitas). Kecakapan ini merupakan modal utama mereka untuk menghadapi perkembangan dunia yang bergerak cepat," ungkap Monica.

Monica menyatakan sebagai organisasi yang didirikan oleh Gojek, YABB juga mengemban misi untuk memanfaatkan teknologi, inovasi, dan pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan cara memberdayakan komunitas di sekitar yang mengandalkan pendapatan sehari-hari dalam menghadapi tantangan global. Kali ini, YABB berkolaborasi dengan PT Sele Raya Belida (SRB), perusahaan yang bergerak di industri minyak dan gas.

"Dengan semangat gotong royong, Yayasan Anak Bangsa Bisa dan PT Sele Raya Belida berharap bisa bahu membahu membantu masyarakat melalui dukungan sarana pendidikan dan dukungan program keterampilan yang memadai. Kami berharap program ini akan menginspirasi banyak perusahaan lain untuk terus memajukan pendidikan anak bangsa, sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Global ke-4 (Sustainable Development Goals) yaitu memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua," jelasnya.

Yayasan Anak Bangsa BisaYayasan Anak Bangsa Bisa Foto: Yayasan Anak Bangsa Bisa

Sejak bulan Juli 2020, YABB telah memulai program #bersamaBISA untuk mengembangkan bakat dan keterampilan (talent upskilling) ratusan siswa SD, SMP, SMA/SMK di Jabodetabek. Mereka merupakan putra-putri berprestasi dari mitra driver Gojek, namun akibat pandemi COVID-19 ini, mereka terancam putus sekolah karena kondisi kehidupan keluarga yang mengalami kemerosotan ekonomi. Dalam program ini para siswa mendapatkan peralatan pendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) seperti gawai dan kuota internet serta pelatihan keterampilan daring.

Program yang sama kini juga sedang berlangsung di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Program ini akan diberikan kepada 50 siswa dari 5 sekolah, yaitu SDN 1 Lembak, SDN 2 Lembak, SDN 11 Lembak SMP PGRI Alai, dan SMAN 1 Lembak. Peserta terpilih merupakan siswa berprestasi dari setiap sekolah.

President and General Manager Sele Raya Juchiro Tampi mengatakan YABB dan SRB telah menyalurkan bantuan kepada para pelajar di Kabupaten Muara Enim, khususnya Kecamatan Lembak berupa gawai pintar sekaligus kuota internet setiap bulannya. Hal itu guna menunjang proses PJJ, serta juga pelatihan keterampilan melalui online, dan dana guna keperluan belajar.

"Kami melihat ada kesamaan visi antara Yayasan Anak Bangsa Bisa dengan Sele Raya dalam hal membangun pendidikan di Indonesia. Kami percaya program ini tidak hanya dapat mengatasi tantangan yang ada, tapi juga menumbuhkan semangat baru bagi para siswa sehingga menjadi individu yang kompeten," ungkapnya.

Melalui pelatihan keterampilan secara daring, program #bersamaBISA berfokus kepada pendidikan karakter siswa dalam menghadapi perkembangan zaman dan revolusi industri 4.0 melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Diharapkan dengan adanya program #bersamaBISA dapat membangun ketahanan para siswa untuk mempersiapkan, membekali, dan melahirkan generasi unggul dengan berbagai soft skills, sebelum mereka meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Dukungan berupa pelatihan keterampilan, bantuan alat pendukung PJJ seperti gawai dan kuota internet serta dana bulanan akan didapatkan oleh penerima bantuan selama sembilan bulan, mulai Oktober 2020 hingga Juni 2021.

(akn/ega)