KSP: COVID-19 Pengaruhi Perencanaan, tapi Jokowi Tetap Optimis dan Prorakyat

Tiara Aliya - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 18:16 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka musyawarah nasional IX Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2020). Jokowi cerita minum jamu 3 kali sehari karena ada wabah virus Corona.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan,Moeldoko mengatakan, dalam setahun kepemimpinan, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah melakukan banyak hal. Meskipun, Moeldoko tak memungkiri pandemi COVID-19 mempengaruhi rencana pembangunan yang ada.

"Pemerintah telah melakukan banyak hal tetapi kita semuanya harus memahami bahwa ada sebuah game changer datang tiba-tiba (COVID-19) dan secara relatif mempengaruhi seluruh perencanaan dan sasaran pembangunan," kata Moeldoko di kantornya, Rabu (21/10/2020).

Kendati demikian, Moeldoko menegaskan pemerintah tetap optimistis dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, pandemi COVID-19 tak menghalangi langkah Jokowi membangun Indonesia.

"Namun pemerintah tetap optimis di dalam menjalankan jalannya pemerintahan dan Pak Jokowi masih memposisikan pemimpin yang prorakyat, maka program itu tetap bisa dijalankan dengan baik," jelasnya.

Moeldoko juga menekankan bahwa penanganan COVID-19 menjadi prioritas pemerintah saat ini. Dia mengatakan pemerintah optimistis akan bisa menyelesaikan pandemi COVID-19.

"Dalam konteks penyelesaian COVID-19, banyak yang tidak optimis tetapi kita semuanya tetap optimis dengan sebuah kebijakan yang sangat tepat dimana menempatkan urusan COVID menjadi prioritas berikutnya yang kedua masyarakat harus tetap bisa melanjutkan kehidupannya, tetap bisa makan yang baik, maka program jaring pengaman sosial dijalankan dengan masif dengan bentuk bantuan sosial," tutur Moeldoko.

Moeldoko pun mencontohkan salah satu program yang bersifat prorakyat. Misalnya pemberian stimulus dan insentif terhadap pelaku UMKM dan Koperasi. Hal ini disebutnya dapat membantu masyarakat dalam menghadapi kehidupan di tengah pandemi ini.

"Masyarakat harus tetap bisa berusaha baik itu UMKM maupun korporasi sehingga semaksimal mungkin untuk menghindari terjadinya PHK dan apa itu pengangguran yang semakin meluas. Untuk itu, Stimulus dan insentif diberikan secara terencana dan baik," ujarnya.

(mae/mae)