Viral Mahasiswa di Jambi Tolak Omnibus Law Berlarian ke Masjid, Ini Faktanya

Ferdi Almunanda - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 18:01 WIB
Video viral massa mahasiswa di Jambi masuk ke dalam masjid saat demo penolakan UU Cipta Kerja berujung ricuh (Screenshot video viral)
Foto: Video viral massa mahasiswa di Jambi masuk ke dalam masjid saat demo penolakan UU Cipta Kerja berujung ricuh (Screenshot video viral)
Jambi -

Sebuah video yang menunjukkan banyak mahasiswa berlarian ke dalam masjid beredar di media sosial (medsos). Video berdurasi 1 menit itu terjadi saat demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di Jambi.

Dari video yang beredar, tampak massa mahasiswa dari berbagai kampus di Jambi itu kabur menghindari kejaran pihak kepolisian. Di antara mereka terlihat ada yang pingsan karena terkena tembakan gas air mata.

Belakangan diketahui, peristiwa massa berlari ke dalam masjid itu terjadi pada Selasa (20/10) kemarin. Saat itu, mahasiswa gabungan dari berbagai kampus di Jambi lakukan aksi demo tolak omnibus law di DPRD Jambi hingga berakhir ricuh.

Demo itu tak menemui titik terang hingga akhirnya massa mulai terprovokasi dan terjadi aksi saling dorong dan saling lempar. Demo yang tidak terkendali itu kemudian dibubarkan polisi dengan menembakkan gas air mata serta tembakan air dari water canon.

Video viral massa mahasiswa di Jambi masuk ke dalam masjid saat demo penolakan UU Cipta Kerja berujung ricuh (Screenshot video viral)Polisi menegaskan tak ada penembakan gas air mata di area masjid (Screenshot video viral)

Tindakan yang dilakukan polisi ternyata tidak membuat massa bubar. Polisi kemudian melakukan pembubaran hingga keluar gedung DPRD Jambi lantaran massa sudah mulai anarkis. Tak sampai disitu, dalam aksi unjuk rasa itu, massa bahkan membakar motor dinas polisi di jalan. Tindakan massa ini sehingga membuat polisi kemudian kembali membubarkan dengan tembakan gas air mata yang membuat massa kabur berlindung ke dalam masjid.

"Jadi begini, kita di sini petugas sudah melakukan tindakan sebaik mungkin, lalu massa yang terdiri dari mahasiswa itu sudah mulai anarkis, motor dinas polisi bahkan ada yang sampai dibakar. Tembakan gas mata itu kita lakukan untuk membubarkan massa lalu massa itu masuk ke dalam masjid, dan polisi tidak sampai melakukan penembakan ke dalam masjid. Gas air mata itu kan asap jadi berterbangan oleh angin, dan petugas tidak sampai menembak ke dalam masjid," kata Humas Polresta Jambi, Ipda Jefri Simamora, kepada detikcom, Rabu (21/10/2020).

Menurut Jefri, aksi demo yang dilakukan massa itu sudah tidak berjalan dengan baik. Polisi bahkan mempersilakan massa dalam menyampaikan aspirasinya namun dengan baik dan tanpa tindakan yang anarkis.

"Kita bahkan bingung, terkadang massa ini hanya sekadar ikut-ikutan demo saja, ketika kita tanya apa yang mereka demo itu, mereka bahkan ada yang tidak tahu dan tidak bisa menjawab. Lalu kita harus meluruskannya, jika tidak ada petugas yang sengaja sampai menembaki masjid dengan gas air mata. Hanya saja tujuannya untuk membubarkan massa yang anarkis," ujar Jefri.

Tonton video 'Polisi Pukul Polisi Saat Amankan Demo Jambi, Ini Kata Polri':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)