RI Dituding Tewaskan 180 Ribu Warga Timtim
Kamis, 19 Jan 2006 15:45 WIB
Jakarta - Indonesia dituding telah menewaskan hingga 180 ribu warga Timor Timur melalui pembantaian, penyiksaan dan kelaparan selama 24 tahun menduduki wilayah tersebut. Demikian menurut sebuah laporan yang akan diserahkan kepada badan PBB.Senjata dan bahan kimia digunakan untuk meracuni makanan dan air. Beberapa korban bahkan dibakar atau dikubur-kubur hidup-hidup, dan ada pula yang mengalami pemerkosaan dan mutilasi keji.Demikian ditulis koran lokal, The Australian dan dilansir Reuters, Kamis (19/1/2006). Dikatakan, sebanyak 90 persen dari 180.000 kematian itu disebabkan oleh kelaparan dan wabah penyakit. Kelaparan itu dimanfaatkan sebagai senjata."Pemerkosaan, perbudakan seks dan kekerasan seksual merupakan alat yang digunakan sebagai bagian dari kampanye yang dirancang untuk menimbulkan ketakutan mendalam, ketidakberdayaan dan keputusasaan bagi para pendukung pro-kemerdekaan," tulis The Australian mengutip laporan untuk PBB tersebut.Menurut surat kabar tersebut, hasil studi ini merupakan dokumen PBB, namun disiapkan oleh Komisi Penerimaan, Kebenaran dan Rekonsiliasi Timtim. Laporan setebal 2.500 halaman ini didasarkan pada wawancara dengan 8 ribu warga Timtim, para pengungsi di NTB dan sumber-sumber intelijen asing."Pembunuhan yang meluas dan sistematis, penahanan, pemerkosaan dan perbudakan seksual, secara resmi diterima oleh Indonesia," demikian bunyi studi tersebut."Pasukan Indonesia dengan sadar memutuskan untuk menggunakan kelaparan yang dialami warga sipil Timtim sebagai senjata perang," demikian dikutip The Australian.Menurut harian tersebut, pemerintah Timtim belum merilis laporan tersebut. Namun laporan itu akan disampaikan kepada Sekjen PBB Kofi Annan pada pekan ini. Dalam laporan itu juga direkomendasikan penggantian kerugian oleh Indonesia dan negara-negara yang memberikan dukungan bagi militer RI selama tahun-tahun okupasi, termasuk Australia, Inggris dan Amerika Serikat.Indonesia menginvasi Timtim pada tahun 1975 silam setelah Portugal melepas negeri Timor Lorosae tersebut. Pada tahun 1999, Timtim memilih untuk melepaskan diri dari kedaulatan RI.
(ita/)











































