Menko PMK Buka Data 2019: 1 dari 4 Anak Indonesia Kurang Gizi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 12:41 WIB
Menko PMK, Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: dok. Kemenko PMK)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan prevalensi stunting di Indonesia cukup tinggi. Muhadjir menyebut perlu penanganan strategis untuk menurunkan angka tersebut.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini Indonesia ternyata masih mempunyai masalah gizi, baik gizi buruk, gizi kurang, serta stunting, dengan prevalensi yang cukup tinggi," kata Muhadjir dalam rapat koordinasi teknis nasional 'Percepatan Pencegahan Stunting' yang disiarkan YouTube TP2AK Stunting, Rabu (21/10/2020).

"Berdasarkan data hasil survei status gizi balita Indonesia tahun 2019 dinyatakan bahwa prevalensi stunting adalah sebesar 27,67 persen. Ini artinya setiap 1 dari 4 anak Indonesia mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama," sambungnya.

Muhadjir mengatakan stunting terjadi ketika anak berusia 1.000 hari atau pada usia emas tapi tidak memperoleh gizi yang cukup. Hal ini akhirnya berdampak pada tumbuh-kembang anak.

"Sehingga kalau pada 1.000 hari kehidupan ini pertumbuhan organ itu tidak optimal, khususnya perkembangan otaknya, dipastikan mereka mengalami hambatan. Usia 1.000 hari kehidupan ini akan punya dampak jangka sangat panjang, yaitu ketika dia tumbuh menjadi tenaga kerja atau angkatan kerja, produksi akan tidak bisa tumbuh secara maksimal," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2