Round-Up

5 Fakta Kunjungan PM Baru Jepang ke Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 05:22 WIB
Jokowi bertemu PM Jepang Yoshihide Suga (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Jokowi bertemu PM Jepang Yoshihide Suga (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

2. RI-Jepang Sepakat Buka Perbatasan untuk Perjalanan Bisnis

Kedua, kerja sama dalam hal travel corridor arrangement (TCA). Jokowi mengatakan dia dan Suga sepakat membuka akses perjalanan terbatas bagi pebisnis.

"Saya dan Perdana Menteri Suga telah sepakat mengenai pentingnya pembentukan Travel Corridor Arrangement bagi business essential," kata Jokowi.

"Kita juga sepakat menugaskan menteri luar negeri Jepang dan Indonesia untuk menegosiasikan detail dan menyelesaikannya dalam waktu satu bulan," lanjut Jokowi.

Sementara itu, PM Suga juga menegaskan kesepakatan tersebut. Dia mengatakan pelonggaran aturan ini juga berlaku untuk tenaga medis.

"Kami memastikan untuk memulai kembali perjalanan antara kedua negara bagi pebisnis termasuk perawat dan care giver, di bawah kerangka Jepang Indonesia EPA atau EJEPA," ujar Suga.

"Sekaligus kami sepakat berkoordinasi secara erat untuk memulai kembali secepat-cepatnya perjalanan bisnis untuk jangka pendek dengan melonggarkan langkah isolasi mandiri selama 14 hari setelah memasuki negara tujuan," imbuh Suga.

3. Kerja Sama Perkuat Ekonomi RI-Jepang

Kemudian, Jokowi dan Suga juga membahas upaya memperkuat kerja sama di bidang ekonomi antara Jepang dan Indonesia. Jokowi menyambut baik relokasi dan perluasan investasi perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia.

"Seperti perusahaan Denso, Sagami, Panasonic, Mitsubishi Chemical, dan Toyota. Saya tadi juga meminta perhatian terhadap Jepang adanya kendala izin impor untuk produk pertanian, produk kehutanan dan produk perikanan dari Indonesia. Saya tadi juga mendorong Jepang untuk ikut berpartisipasi dalam Sovereign Wealth Fund Indonesia," tuturnya.

Jokowi mengatakan, dalam pertemuan itu, juga dibahas upaya memperkuat kerja sama multilateral. Jokowi mengaku menekankan pentingnya spirit kerja sama untuk terus diperkuat.

"Terutama di tengah rivalitas yang semakin menajam antara kekuatan besar dunia. Spirit kerja sama yang inklusif perlu juga terus guna memajukan dalam rangka kerja sama Indo-Pasific sebagaimana tercermin dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Saya juga menggarisbawahi harapan agar Laut Cina Selatan dapat terus menjadi laut yang damai dan stabil," tutur Jokowi.

Senada dengan Jokowi, Suga juga mendukung rencana pembangunan infrastruktur di Indonesia seperti pembangunan MRT, kereta cepat, hingga pembangunan pulau-pulau terluar.

Mengenai prioritas utama dalam pembangunan nasional yang ditekankan Bapak Presiden Joko, Jepang akan secara mantap memajukan kerja sama di bidang infrastruktur, seperti pembangunan MRT, kereta semicepat, jalur Jakarta-Surabaya, pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Patimban, pembangunan pulau-pulau terluar, serta kerja sama untuk meningkatkan ketahanan ekonomi," ungkap Suga.