Pria Depresi Bikin Repot Aussie
Kamis, 19 Jan 2006 14:15 WIB
Jakarta -
Pejabat-pejabat Australia dibikin repot oleh seorang warga asing yang mengalami depresi. Untuk mendeportasi pria itu ke negara asalnya, Turki, pemerintah federal sampai harus memesan 140 kursi di sebuah pesawat komersial.Namun pemerintah negeri Kangguru itu cuma membayar lima kursi saja. Sisanya sengaja digratiskan pihak maskapai. Demikian disampaikan Departemen Imigrasi Australia seperti diberitakan media lokal, Sydney Morning Herald, Kamis (19/1/2006).Pria Turki bernama Ali Beyazkilinc diterbangkan dengan sebuah pesawat yang bertolak dari kota Sydney menuju Istanbul, Turki. Pendeportasian lelaki berusia 45 tahun itu ditemani oleh tiga perwira polisi dan seorang perawat kejiwaan.Langkah ini diambil setelah hakim pengadilan federal memutuskan bahwa kondisi kejiwaan Beyazkilinc tidak sehat untuk dideportasi.Sebelumnya, Departemen Imigrasi telah menerima advis medis bahwa Beyazkilinc menderita depresi, kecemasan dan bahkan gangguan stres pascatrauma. Pria itu bahkan pernah beberapa kali mencoba bunuh diri.Seorang juru bicara Departemen Imigrasi mengungkapkan, 140 kursi pesawat sengaja di-booking untuk pendeportasian Beyazkilinc. Ini dilakukan untuk memberikan zona aman guna melindungi Beyazkilinc dan penumpang lainnya yang terdiri dari 3 polisi dan seorang perawat yang ditugaskan mengawal Beyazkilinc.Berkat niat baik sebuah maskapai yang dirahasiakan namanya, pemerintah Australia hanya membayar 5 kursi yang diperlukan untuk Beyazkilinc dan para petugas pengawal."Kami tidak perlu membayar pemblokiran kursi-kursi tersebut. Ini tawaran niat baik maskapai itu," ujar juru bicara tersebut.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
