Densus 88 Antiteror Tangkap Guru Matematika di Semarang
Kamis, 19 Jan 2006 12:55 WIB
Semarang - Upaya memburu jaringan teroris terus digencarkan Densus 88 Antiteror Polda Jawa Tengah. Setelah menagkap 5 orang yang diduga terkait jaringan Noordin M Top, Densus 88 kembali melakukan penangkapan.Kali ini seorang guru matematika bernama Ibnu Pramono (30), warga Pedurungan Kidul nomor 48 Rt 003 Rw 001 Semarang yang diambil polisi. Ibnu ditangkap di rumahnya pada Selasa (17/1/2006) sekitar pukul 23.30 WIB oleh belasan anggota Densus yang membawa dua mobil Toyota Kijang.Berdasarkan keterangan kakak ipar Ibnu Pramono yaitu Sugeng Ramadhan, surat penangkapan sudah diberikan tiga kali. Dugaan pihak kepolisian, Ibnu ditengarai meminjamkan sepeda motor Honda Mega Pro kepada ustadnya yang tidak diketahui namanya.Ibnu dikenal sebagai guru matematika SD Pedurungan Kidul 1. Selain mengajar, Ibnu juga memberikan les di rumahnya. Bahkan, saat sejumlah wartawan mendatangi rumahnya, beberapa siswa les datang. Tampaknya mereka belum mengetahui bahwa guru les mereka dibawa polisi. "Les sementara libur ya," kata salah seorang penghuni rumah.Istri Ibnu Pramono, Haniatun Umaroh, dan ketiga anaknya sampai saat ini belum bisa ditemui karena masih syok. Di rumah tersebut, Sugeng-lah yang banyak menemui tamu-tamunya. "Saya tidak yakin kakak ipar terlibat. Dia hanya ngaji dan mengajar biasa," ujar Sugeng.
(jon/)











































