Begini Opsi Pola Distribusi Vaksin COVID-19 bagi Masyarakat

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 17:31 WIB
vaksin
Foto: shutterstock
Jakarta -

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Sosial, Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan Pemerintah akan mendistribusikan vaksin COVID-19 melalui beberapa pola. Adapun pola pendistribusian vaksin meliputi kelompok umur (age specific vaccination), masyarakat berisiko tinggi (komorbid), serta sosial (contact-pattern vaccine distribution) meliputi tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, dan pekerja sektor layanan dan jasa publik.

"Selain itu juga distribusi berdasarkan lokasi/geografi (geographic-district vaccination) di mana laju infeksi dan penyebarannya tinggi," ujar Bambang dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2020).

Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Webinar Series dalam rangka HUT Partai Golkar ke-56. Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menjelaskan saat ini gedung Indonesia Life Sciences Center (ILSC) di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong akan dijadikan pusat penelitian dan pengembangan vaksin Merah Putih.

"Gedungnya sudah ada, sekarang sedang didesain lab di dalamnya yang bisa dipakai setiap platform dan juga sedang ditawarkan ke perusahaan untuk line of production," katanya.

Terkait harga vaksin, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebutkan pihaknya akan menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

"Nanti itu (harga vaksin) dari pemerintah final price-nya. Kita hanya akan menyerahkan harga pokok produksinya saja, Karena apa yang kami kerjakan ini kan sifatnya penugasan. Jadi akan ada penugasan dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan kepada Bio Farma," paparnya.

Namun, Honesti mengatakan berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ia berharap harga vaksin berada pada harga Rp 200.000 per dus.

"Kalau dibandingkan harga dari informasi beberapa media, kita akan menetapkan ada di range low ke middle," tegasnya.

Menteri Riset dan Teknologi, Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan Pemerintah akan mendistribusikan vaksin COVID-19 melalui beberapa pola.Webinar Series dalam rangka HUT Partai Golkar ke-56 Foto: Istimewa

Lebih lanjut Honesti menjelaskan untuk percepatan vaksinasi, pemerintah akan melakukan impor vaksin. Namun, program vaksinasi tersebut masih ditujukan bagi tenaga kesehatan dan tenaga frontline yang menangani pandemi COVID-19.

"Untuk itu, tim BPOM untuk akan melakukan site visit ke fasilitas produksi di Beijing kepada kandidat vaksin untuk memastikan bahwa vaksin yang akan diimpor tersebut sudah memenuhi standar kualitas produksi vaksin dan juga untuk memastikan bahan baku dan proses produksinya tidak mengandung atau terkontaminasi bahan-bahan non-halal," paparnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan Kalbe Farma ikut berpartisipasi dalam uji klinik untuk pasien COVID-19 melalui dua produk herbal Indonesia untuk imunomodulator dan satu calon produk vaksin DNA.

Di samping itu, ia juga menjelaskan pihaknya menyediakan laboratorium untuk tes swab PCR dan tengah melakukan riset baru untuk tes COVID-19 tanpa PCR.

"Selain itu Kalbe Farma melakukan pengadaan obat COVID-19 dan transfer teknologi untuk produksinya," pungkasnya.

Sebagai informasi, webinar series dibuka langsung oleh Ketua Panitia Penyelenggara HUT Partai Golkar ke-56 Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam acara ini, turut hadir Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius dan Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.

(akn/ega)