Strategi Kemenhub Dukung Distribusi Logistik Food Estate di Kalteng

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 16:44 WIB
Kementerian Perhubungan siap mendukung kelancaran distribusi logistik untuk Kawasan Lumbung Pangan Nasional atau Food Estate di wilayah Kalimantan Tengah.
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan siap mendukung kelancaran distribusi logistik untuk Kawasan Lumbung Pangan Nasional atau Food Estate di wilayah Kalimantan Tengah. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pihaknya akan memberikan dukungan maksimal pada sektor transportasi udara, laut dan penyeberangan.

"Saya berharap dapat tercipta integrasi yang baik dengan simpul-simpul produksi pertanian seperti di Kawasan Lumbung Pangan Nasional di Kalimantan Tengah ini," ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2020).

Budi Karya menjelaskan pihaknya telah menyiapkan strategi guna mendukung distribusi logistik, yakni melalui peningkatan efisiensi biaya logistik melalui pembangunan dan pengelolaan kinerja pelabuhan, pengembangan pelabuhan terpadu yang terintegrasi dengan kawasan industri, pemberian subsidi muatan kepada pengangkut logistik bahan pangan.

Kemenhub juga membuka 28 rute jembatan udara dalam menjamin rantai pasok barang kebutuhan pokok dan barang penting, mendukung jaringan transportasi terhadap simpul Sub Terminal Agribisnis (STA) ke lokasi tujuan pemasaran, dan memberi insentif pajak usaha jasa angkutan barang terdampak pandemi COVID-19.

"Pada sektor transportasi udara, selain membuka 28 rute jembatan udara guna mendukung kelancaran distribusi logistik bahan pangan, Kemenhub juga melakukan pengembangan 2 (dua) bandar udara, yaitu Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya serta Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Kalimantan Tengah untuk mendukung food estate yang terletak di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Palang Pisau," jelasnya.

Budi Karya menjelaskan hal tersebut diperlukan melihat lokasi food estate yang cukup jauh dari Bandara, yakni berjarak sekitar 90 km dari Bandara Tjilik Riwut atau ditempuh sekitar 2 jam melalui transportasi darat, serta berjarak sekitar 130 km dari Bandara Syamsudin Noor atau sekitar 3 jam melalui transportasi darat.

"Angkutan logistik dari Bandara Tjilik Riwut dan Syamsudin Noor akan terhubung dengan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar dan akan terhubung juga dengan 135 kota di seluruh Indonesia," paparnya.

Sementara itu pada moda angkutan laut, Kemenhub melakukan pengembangan pelabuhan terpadu yang terintegrasi dengan kawasan industri. Budi menjelaskan pihaknya akan menyiapkan Pelabuhan Penyeberangan Bahaur dan Pelabuhan Pulang Pisau (Pelindo 3) sebagai pelabuhan pengumpul, serta sejumlah dermaga untuk mempermudah distribusi logistik pangan dari kawasan food estate Kalimantan Tengah.

Sebagai informasi, food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam kawasan yang tengah dibangun Pemerintah. Food estate juga menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Secara keseluruhan, terdapat kurang lebih 165.000 hektare lahan potensial di Kalimantan Tengah yang diperuntukkan bagi food estate. Lahan tersebut akan ditanami dengan berbagai komoditi seperti padi, kelapa, bawang merah, serta peternakan seperti ikan dan itik.

Dalam kunjungan ini, turut hadir Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, dan pejabat terkait lainnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan bersama Ketua Komisi V DPR RI Lasarus secara simbolis menyerahkan bantuan sejumlah 2.000 masker kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang diterima oleh Pelaksana Tugas Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail.

(akn/ega)