Setahun Jokowi-Ma'ruf

Jokowi Dinilai Berhasil Jinakkan DPR, Pemerintah Terkuat Pascareformasi

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 12:24 WIB
Presiden Jokowi menghadiri acara pembukaan pembekalan nilai-nilai kebangsaan kepada anggota DPR dan DPD RI periode 2019-2024.
Presiden Jokowi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Ada suasana politik yang berbeda selama satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma'ruf Amin ini. Dibanding periode Jokowi-Jusuf Kalla (2014-2019), DPR pada periode Jokowi-Ma'ruf Amin dinilai lebih anteng. Jokowi berhasil menjinakkan DPR.

"Ini fenomenal! Pada periode ini Pak Jokowi tidak memiliki oposisi yang kuat. Inilah pemerintahan paling kuat pascareformasi," kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio (Hensat), kepada detikcom, Selasa (20/10/2020).

Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini menilai Jokowi telah berhasil mewujudkan pemerintahan terkuat, kekuatannya melebihi presiden-presiden sebelum Jokowi pascareformasi. Soalnya, kekuatan oposisi di DPR sudah melemah alias lebih banyak koalisi pendukung Jokowi di DPR.

"Inilah pemerintahan paling kuat karena oposisinya lemah. Koalisinya kuat sekali. Trias politika tidak lagi bekerja dengan semestinya," kata Hensat.

Konfigurasi di DPR, ada enam partai yang menjadi koalisi pemerintahan Jokowi, mereka adalah PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, dan PPP. Ada tiga partai non-koalisi pemerintahan, yakni Partai Demokrat, PKS, dan PAN. Terkadang, ada pula partai non-koalisi pemerintahan yang menjadi pendukung Jokowi dalam isu-isu tertentu.

"Jokowi sangat berhasil mengamankan DPR. Koalisi Jokowi obesitas. Hasilnya, pemerintahan menjadi overconfidence," kata peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, dihubungi terpisah.

Tonton video 'Setahun Jokowi-Amin, KontraS: 157 Peristiwa Serangan Kebebasan Sipil':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2