Jelang Hari Santri, Wakil Ketua MPR: Jangan Benturkan Agama & Negara

Inkana Putri - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 22:44 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Menjelang Hari Santri pada 22 Oktober mendatang, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid memberikan semangat bagi para santri untuk memperkuat nilai-nilai kesantrian. Jazilul mengatakan santri merupakan sosok yang mampu mempertemukan antara nilai-nilai ke-Islam-an dan nasionalisme. Menurutnya, resolusi jihad perlu diteruskan, namun musuh yang dihadapi saat ini adalah kemiskinan, kebodohan, dan korupsi.

"Saya mengajak kepada semua untuk memperkuat nilai-nilai kesantrian. Apa itu nilai kesantrian? yakni rasa cinta tanah air," ujar Jazilul dalam keterangannya, Senin (19/10/2020).

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Sosialisasi 4 Pilar yang digelar di Pondok Pesantren Daarul Hikmah, Pamulang Barat. Di hadapan ratusan warga Pamulang, Jazilul menjelaskan bangsa Indonesia lahir dari hasil perjuangan para pahlawan yang melawan penjajah.

"Diproklamasikan pada 17 Agustus 1945," paparnya.

Ia juga mengungkapkan di awal kemerdekaan, bangsa Indonesia selain memiliki Tentara Keamanan Rakyat (TKR) cikal bakal TNI, Indonesia juga memiliki laskar-laskar di tengah masyarakat.

Meski Indonesia sudah merdeka, namun Belanda lewat tangan Inggris ingin menguasai kembali Indonesia lewat Surabaya. Jazilul menjelaskan keinginan ini kemudian direspons oleh para ulama, yakni Rais Akbar NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan ulama besar lainnya melalui deklarasi Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

Dalam resolusi tersebut, umat Islam, laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang sudah akil baliq yang berada dalam radius 94 km, dengan atau tanpa mengangkat senjata wajib untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan laga.

"Diserukan melakukan jihad di medan pertempuran. Pada waktu itu musuhnya jelas, yakni Belanda dan Inggris," tuturnya.

Jazilul mengatakan tepat Resolusi Jihad diserukan, Pemerintah menetapkan sebagai Hari Santri. Menurutnya, makna dan momen Hari Santri tidak terlepas dari Empat Pilar.

"Mempertahankan NKRI," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini bangsa Indonesia telah hidup dalam masa kemerdekaan berkat perjuangan seluruh komponen masyarakat, ulama, dan santri, yang tentunya merupakan suatu nikmat.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada semua untuk mengisi kemerdekaan untuk melanjutkan warisan para pejuang, ulama, dan santri.

"Saat ini kita nikmati hasil perjuangan para pahlawan," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jazilul juga mengungkapkan Resolusi Jihad merupakan bentuk kepedulian dari seluruh umat Islam bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. Menurutnya, semangat Hari Santri mampu memperkokoh Indonesia.

"Untuk itu Hari Santri menjadi hari bagi semua umat Islam. Jadi jangan dibentur-benturkan antara agama dan negara," pungkasnya.

(mul/mul)