Catatan Haji
Relawan PKS Jadi Obrolan
Kamis, 19 Jan 2006 11:02 WIB
Makkah - Aktivitas lapangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak hanya ada di Tanah Air. Di Arab Saudi, para kader PKS juga membanting tulang. Saat puncak haji haji, PKS Arab Saudi membentuk tim relawan. Para relawan berompi berlambang PKS ini disebar di setiap sudut kawasan Jamarat (tempat pelemparan jumrah) dan Mina. Relawan PKS ini sangat gampang dilihat di kawasan Mina dan Jamarat sejak tanggal 10-13 Januari 2006. Selain berompi warna coklat berlogo PKS, mereka juga mengenakan topi berlambang sama. Mereka berdiri di sepanjang jalan yang dilalui para jamaah haji Indonesia. Mereka membagi-bagikan sejumlah buku tentang haji kepada jamaah haji. Mereka juga menolong para jamaah haji Indonesia yang sakit atau mengalami masalah dalam perjalanan Jamarat-Mina. Namun, pemunculan mereka yang kasat mata dan membawa bendera partai dalam suasana ibadah haji seperti ini jelas menjadi bahan perbincangan. Menurut pemantauan reporter detikcom Arifin Asydhad, saat puncak haji lalu, tidak sedikit jamaah haji yang mencibir tindakan para kader PKS ini sebagai upaya kampanye terselubung. "Wah kampanye ini," kata salah seorang ibu dari Yogyakarta saat menerima buku tentang haji yang dibagikan relawan PKS.Tidak hanya ibu dari Yogyakarta yang merespons aksi relawan PKS ini. Di tenda-tenda, para mahasiswa Indonesia yang belajar di negara-negara Timur Tengah yang menjadi petugas haji juga membahasnya. Tentu, ada yang menilai tindakan relawan PKS itu sebagai pro dan kontra. "Di saat ibadah haji begini kok ya membawa bendera partai," celetuk salah seorang mahasiswa. Namun, sejumlah mahasiswa tampak mendukung upaya relawan PKS itu. "Tindakan ini yang malah perlu dicontoh oleh partai lain, melayani rakyat dan aksinya jelas, tidak hanya di mulut," ungkap mahasiswa lainnya. Obrolan tentang relawan PKS ini juga ternyata nyasar saat rapat evaluasi pelaksanaan ibadah haji yang digelar di Kantor Haji Indonesia di Jeddah, Senin (16/1/2006). Rapat ini diikuti oleh pejabat diplomat RI di Arab Saudi, pimpinan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), dan sejumlah anggota DPR. Di rapat itu, para anggota DPR memberikan masukan kepada perwakilan pemerintah dan PPIH tentang temuan-temuan pemantauan mereka selama di Arab Saudi. Ada anggota DPR yang mempersoalkan masih kacaunya pemondokan, masalah katering, masalah transportasi, dan lain-lain. Yang menarik, ada anggota DPR yang tiba-tiba menuding bahwa pelaksanaan ibadah haji 2006 ini telah disusupi partai politik. Hah? Ungkapan anggota DPR itu mengejutkan para peserta rapat. Anggota dewan itu mempermasalahkan banyaknya relawan berbaju berlogo PKS saat puncak musim haji lalu. Anggota dewan itu mengaku melihat sendiri banyaknya relawan PKS, karena saat itu dirinya juga ikut melaksanakan ibadah haji. "Saya melihat ini sudah disusupi partai politik. Saya minta PPIH bisa menjelaskan tentang hal ini," kata anggota DPR itu terkesan serius. Entah, apa motif anggota dewan yang saat di Makkah dulu diberi huuu... ini mempermasalahkan hal ini. Namun, arah anggota DPR ini sebenarnya bisa diterka. Dia menyiratkan bahwa musim haji ini dijadikan kampanye oleh PKS. Tentu ini sentilan yang cukup keras. Apalagi, sudah diketahui oleh publik, bahwa Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Kesultanan Oman yang baru, Salim Segaf Al Jufri merupakan kader PKS. Sebelum menjadi dubes, Salim adalah salah satu anggota Dewan Syariah DPP PKS. Namun, persoalan yang dilontarkan anggota DPR ini tidak dibahas tuntas dalam forum rapat tersebut. Wakil Ketua Pemantau Haji DPR Farhan Hamid langsung memotong pernyataan anggota DPR itu bahwa masalah itu hanya kasus tertentu, tidak perlu dibahas dalam rapat tersebut. Akhirnya, PPIH pun tidak merespons apa yang dipersoalkan anggota dewan yang terhormat itu.
(nrl/)











































