Airlangga Ajak Pengusaha Jerman Dukung Pemulihan Ekonomi RI

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 18:48 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak pengusaha asal Jerman untuk ikut mendukung pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia. Hal itu diucapkannya dalam acara Asia-Pacific Conference of German Business (APK).

APK merupakan pertemuan tahunan bagi perusahaan dan pelaku industri Jerman yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik. Berbicara di sesi bertema 'Asia Pacific as a Motor for the World Economy', Airlangga mengapresiasi hubungan ekonomi bilateral Indonesia-Jerman yang tetap berada di lintasan pertumbuhan yang tepat, sesuai Deklarasi Jakarta tahun 2012.

"Meski terjadi pandemi, Indonesia dan Jerman berhasil mencatatkan nilai perdagangan US$ 3,6 miliar pada Januari-Agustus. Ini artinya hanya sedikit menurun -8,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sebelum pandemi. Indonesia juga mencatat investasi Jerman lebih dari US$ 1 miliar pada periode 2015-2020 atau ada sekitar 250 perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia," ujarnya Senin (19/10/2020).

Ia menjelaskan sebagai bagian dari proses transformasi ekonomi Indonesia, baru-baru ini Indonesia telah mengesahkan Undang-undang Cipta Kerja (UU CK) yang akan meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia, sehingga mendorong peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi. Setelah diundangkan, UU tersebut akan menyederhanakan, menyinkronkan, dan merampingkan regulasi yang kerap menghambat kegiatan bisnis asing di Indonesia.

"Inilah saat yang tepat bagi kedua negara untuk memanfaatkan momentum ini. Oleh karena itu, saya mengundang komunitas bisnis dan industri Jerman untuk menjadi mitra investasi kami dalam mendukung dan mengembangkan transformasi ekonomi Indonesia," ujarnya.

"Dengan berinvestasi di Indonesia, Anda tidak hanya memanfaatkan potensi kami, tetapi juga mendapatkan keuntungan dari lokasi strategis kami di jantung pasar yang berkembang di Asia Timur dan Tenggara. Yang terpenting, ini juga akan menempatkan Jerman di garis depan dalam upaya kawasan menuju pemulihan ekonomi dan transformasi ekonomi," lanjutnya.

Lebih lanjut Airlangga menggarisbawahi pentingnya penguatan kerja sama antara kedua negara. Ia berharap ke depannya hubungan ekonomi bilateral yang lebih kuat dapat terjalin dan dimulai dengan menjajaki peluang yang tersedia.

"Sekali lagi saya mengundang para pebisnis Jerman untuk ambil bagian dalam membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan untuk kemakmuran bersama kedua negara kita," tutupnya.

Pertemuan yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Committee of German Business (APA) ini merupakan pertemuan pertama dengan menggunakan platform digital, dan dihadiri oleh Kanselir Jerman Angela Merkel, pejabat tinggi pemerintah Jerman, Australia, Jepang, dan Komisi Uni Eropa serta para pimpinan bisnis Jerman yang beroperasi di Kawasan Asia Pasifik.

(prf/ega)