Keuntungan Tabloid Syur Lebih Stabil Dibanding Koran

Keuntungan Tabloid Syur Lebih Stabil Dibanding Koran

- detikNews
Kamis, 19 Jan 2006 10:42 WIB
Jakarta - Salah satu sebab mengapa tabloid syur lokal bertahan di pasaran adalah karena keuntungan yang didapat pengecernya cukup menggiurkan. "Labanya stabil, beda sama koran," kata Madi, nama samaran."Kalau koran, semakin sore keuntungan semakin tipis. Pagi dari 07.00-12.00 WIB bisa untung 30%, tapi kalo sore balik modal saja udah untung," cerita Madi pada detikcom, Kamis (19/1/2006). Madi adalah penjual koran yang biasa mangkal di Blok M Plasa, Jakarta Selatan. Tabloid lher yang dilegonya misalnya Lipstik, Dugem dan Boss."Yang paling laku Lipstik," aku Madi, 50 tahun. Tabloid itu dijualnya Rp 4.000/eksemplar. "Tapi penjualan nggak tentu karena tabloidnya nggak saya pajang. Soalnya kalo dipajang, kebanyakan orang lihat-lihat doang sampe rusak, sobek. Kan kita sama-sama cari makan," curhat pria 50 tahun ini. Dalam satu hari, Madi mampu menjual 3-4 tabloid. "Kalau habis, ambil lagi di agen. Karena tabloid mingguan, biasanya kalau 2 hari menjelang terbit, kita sudah nggak ambil lagi. Kalau Lipstik terbit tiap Rabu, jadi hari Senin saya sudah nggak ambil," tutur Madi.Keuntungan yang diraup Madi cukup lumayan. "Saya dapat 20% dari harga bandrol. Misalkan Lipstik, paling di agen cuma Rp 3.200. Jadi saya untung Rp 800," kata Madi. Jadi satu hari kira-kira untung Rp 800 x 4 = Rp 3.200? "Ya gitulah. Tapi ini kan keuntungan stabil, beda sama koran," ujar Madi. Lalu siapa saja konsumennya? "Yang beli kebanyakan orang yang lagi iseng (jalan-jalan-red), yang mau naik pesawat. Sebagian besar orang dewasa," jelas Madi. Blok M Plasa memang dekat dengan tempat mangkal bus eksekutif Damri jurusan Bandara Soekarno-Hatta."Nggak ada yang pelajar," imbuh Madi. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads