Disdik Sulsel Bantah Siswi Bunuh Diri Karena Tugas: Chat Terakhir Bahas Cowok

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 14:32 WIB
Ilustrasi Bunuh Diri
Foto: Ilustrasi (Thinkstock).
Makassar -

Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan membantah dugaan seorang siswi SMA di Kabupaten Gowa bunuh diri karena tugas online yang menumpuk. Disdik Sulsel menemukan fakta lain, siswi tersebut sempat membahas masalah cowok sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Karena chat terakhirnya (korban) itu membahas masalah seperti itu dengan sahabatnya, membahas masalah cowok, tidak lama setelah membahas cowok dia membahas soal racun apa yang bisa membuat mati," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sulsel, Fitri Utami saat berbincang dengan detikcom, Senin (19/10/2020).

Menurut Fitri, almarhumah siswi inisial M itu diduga sudah memiliki niat untuk bunuh diri saat berkomunikasi dengan temannya melalui aplikasi pesan di ponsel. Bahkan M diketahui tidak pernah mengeluh soal tugas belajar atau merasa kesulitan saat mengikuti proses belajar daring selama pandemi.

"Setelah mendapat kabar terkait adanya siswi yang bunuh diri itu, saya langsung ke datang ke rumah korban untuk menyampaikan turut belasungkawa dari Dinas Pendidikan, sekaligus mencari kebenaran beritanya seperti apa," ungkap Fitri.

Saat berkunjung ke rumah almarhumah M, Fitri juga langsung berkomunikasi dengan keluarga terkait kehidupan M.

"Ternyata setelah saya komunikasi dengan pihak keluarga terdekat, ayahnya dan semua keluarganya di situ, tidak ada yang mengindikasikan terkait banyaknya tugas malah, sepertinya ini anak pendiam dengan keluarga," imbuhnya.

Dari perbincangan dengan orang tuanya, diketahui M sempat meminta sepeda motor. Namun permintaan itu tidak dikabulkan
dengan alasan ekonomi.

"Tetapi memang mungkin ada masalah personal. Namanya ABG ada keinginan terpendam yang tidak bisa diwujudkan. Mungkin karena faktor ekonomi orangtua, seperti motor dan masalah percintaan ABG," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang siswi SMA berumur 17 tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas usai nekat bunuh diri dengan meminum racun hama tikus. Siswi itu minum racun diduga karena tugas online dari sekolah, sementara jaringan internet di wilayah rumahnya bermasalah.

"Hasil penyelidikan dari tim kami di lapangan bahwa interogasi dari teman almarhum, motif dari minum racun ini karena ada tugas diberikan sekolah lewat online kemudian karena medan tempat tinggal korban pegunungan jadi jaringan internet bermasalah," ujar Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir, pada Minggu (18/10).

(tfq/nvl)