ICW: Jamuan untuk 2 Jenderal Bertentangan dengan Aturan Perilaku Jaksa

Wilda Nufus - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 12:54 WIB
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana (Nurin-detikcom)
Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana (Nurin/detikcom)
Jakarta -

Jamuan makan yang disuguhkan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) Anang Supriatna kepada Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo menjadi sorotan publik. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut tindakan tersebut diduga bertentangan dengan kode perilaku jaksa.

"Tindakan tersebut diduga telah bertentangan dengan Pasal 5 huruf a Peraturan Jaksa Agung Tahun 2012 tentang Kode Perilaku Jaksa. Dalam aturan tersebut ditulis bahwa jaksa wajib menjunjung tinggi kehormatan dan martabat profesi dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya dengan integritas, profesional, mandiri, jujur, dan adil," kata peneliti dari ICW, Kurnia Ramadhana, kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Kurnia mempertanyakan apakah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan memperlakukan hal yang sama kepada tersangka lainnya. Jika benar, kata Kurnia, ICW meminta Kejari Jakarta Selatan memperlihatkan bukti itu.

"Pertanyaan sederhana terkait dengan konteks tersebut, apakah perlakuan itu dilakukan terhadap seluruh tersangka yang ada pada wilayah kerja Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan? Atau jamuan makan siang itu hanya dilakukan terhadap dua perwira tinggi Polri tersebut? Jika iya, maka Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mesti memperlihatkan bukti tersebut," tegas Kurnia.

Kurnia meminta semua institusi aparat penegak hukum menerapkan asas equality before the law. Hal itu berlaku untuk tersangka maupun saksi dengan tidak melihat jabatan yang diembannya.

"ICW menekankan agar setiap penegak hukum mengamanatkan asas hukum equality before the law, yakni tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap seseorang, baik tersangka maupun saksi, berdasarkan dengan jabatan yang diemban oleh yang bersangkutan," ucapnya.

Dalam hal ini, ICW mendesak Komisi Kejaksaan (Komjak) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) bidang pengawasan untuk segera memanggil Kajari Jakarta Selatan, Nanang Supriatna. Selain itu, kata Kurnia, oknum jaksa yang diduga turut menjamu 2 jenderal pun didesak untuk segera dimintai keterangan.

"ICW merekomendasikan agar Komisi Kejaksaan dan bidang pengawasan Kejaksaan Agung segera memanggil Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan oknum jaksa yang ikut menjamu dua tersangka pemberian surat jalan dan red notice kepada buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra, yakni Prasetijo Utomo dan Napoleon Bonaparte," ungkapnya.

Adapun pemberian jamuan makan terhadap dua jenderal dan tersangka kasus penghapusan red notice lain Tommy Sumardi terjadi saat proses pelimpahan berkas dan tersangka pada Jumat (16/10). Kajari Jaksel Anang Supriatna mengklarifikasi soal jamuan makan siang itu.

"Jadi begini, itu kan para terdakwa semua, baik JPU dari pukul 09.00 WIB pagi sampai 14.00 WIB siang kan. Kami selaku tuan rumah itu biasa, standar, menyiapkan makan siang," kata Anang saat dimintai konfirmasi, Minggu (18/10).

Anang menerangkan pemberian makan siang itu tidak dikhususkan untuk para tersangka. Menurutnya, pemberian makan itu salah satunya atas pertimbangan keamanan. Bahkan, menurutnya, tim jaksa juga diberi makan siang. Adapun makanan yang disajikan, yakni nasi soto.

"Tidak hanya para terdakwa, tetapi juga ada pengacara. Faktor keamanan juga, supaya nggak ke sana-ke mari," terangnya.

(ibh/ibh)