Munas MUI 2020 Bakal Bahas Fatwa Masa Bakti Presiden dan Politik Dinasti

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 11:42 WIB
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam
Foto: Ketua Tim Materi Fatwa Munas MUI, KH Asrorun Niam Sholeh (dok.BNPB)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2020 bulan depan. Sejumlah materi akan dibahas dalam Munas 2020.

Ketua Tim Materi Fatwa Munas MUI, Asrorun Niam Sholeh mengatakan Munas yang akan digelar pada 25-28 November 2020 itu ada membahas sejumlah fatwa. Materi fatwa itu dikerucutkan pada tiga bidang yakni sosial budaya, ibadah dan ekonomi syariah.

"Tiga bidang itu juga mencakup rencana fatwa tentang perencanaan haji belia dan dana talangan haji, pengawasan pengelolaan zakat dan zakat perusahaan, wakaf, pemilihan umum termasuk periode masa bakti presiden, Pilkada, dan politik dinasti, serta paham Komunisme," ujar Asrorun dalam keterangannya di situs resmi MUI seperti dilihat detikcom, Senin (19/10/2020).

Selain itu, Munas MUI 2020 juga turut akan membahas fatwa vaksin COVID-19. Di dalamnya akan dibahas mengenai rambu-rambu new normal, pemanfaatan bagi tubuh manusia hingga penanggulangan COVID-19.

Komisi fatwa menargetkan akan merampungkan materi fatwa selesai pada akhir Oktober 2020. Setelah itu, MUI akan mengundang ahli untuk melakukan finalisasi materi fatwa.

MUI berharap, dua minggu sebelum Munas MUI 2020, pihaknya sudah memberikan draf materi Munas MUI 2020. Sehingga, para peserta terlebih dahulu mempelajari draf materi tersebut.

(man/tor)