Kawal Subsidi Upah, Menaker Sambangi 3 Rumah Pekerja di Pekalongan

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 22:17 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengunjungi rumah dan berdialog langsung dengan penerima bantuan subsidi gaji/upah (BSU) di Kabupaten Pekalongan,
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengunjungi rumah dan berdialog langsung dengan penerima bantuan subsidi gaji/upah (BSU) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ada tiga rumah penerima BSU yang ia kunjungi yaitu Sri Riskiyah, Silfana dan Kharisul Fuad.

Penerima BSU Sri Riskiyah memiliki dua putra yang masih balita. Saat ini dia bekerja di PT Prismatex textile dengan masa kerja 10 tahun lebih. Sedangkan Silfana bekerja di PT Prismatex textile sebagai operator jahit. Dia memiliki dua orang anak. Sedangkan Kharisul Fuad bekerja sebagai operator tenun di sebuah perusahaan tekstil di Pekalongan.

"Saya terus berkeliling kota untuk pastikan penerima BSU tepat sasaran. Kemarinnya di Cikarang dan Citeureup, sekarang di Pekalongan," kata Ida dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2020).

Ia mengatakan dirinya berkeliling kota untuk memastikan penerima BSU sudah sesuai kriteria penerima yaitu mereka yang bergaji di bawah Rp 5 juta dan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Alhamdulillah kita terus mengawal pembayaran subsidi upah kepada 12,4 juta. Saat ini penerimanya sudah mencapai 98 persen," ucapnya.

Ida berharap program bantuan subsidi gaji/upah dapat manfaat bagi para penerima serta meningkatkan daya beli masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan perekonomian di era pandemi COVID-19.

Sementara itu, Sri Riskiyah mengaku kaget kediamannya dikunjungi oleh Menaker. Dia mengungkapkan sudah menerima BSU dan sudah menggunakan uangnya untuk menopang kehidupan keluarganya di masa pandemi COVID-19.

Dalam dialog tersebut dia mendapatkan penjelasan yang lengkap dari Ida mengenai bantuan subsidi upah yang sudah memasuki tahap kelima untuk pembayaran termin pertama. Ia mengaku, subsidi upah yang sudah diterima digunakan untuk membeli susu anak, dan membantu kebutuhan keluarga sehari-hari.

Pada kesempatan lain, Silfana sebagai salah seorang penerima BSU juga mengatakan telah memberikan kelengkapan administrasi yang menjadi syarat mutlak untuk menerima subsidi upah dari pemerintah.

"Alhamdulillah, dari dulu data-datanya sudah saya serahkan ke HRD dan diurus ke BPJS Ketenagakerjaan. Yang penting data-datanya lengkap. Setelah itu tinggal menunggu transfer dari bank. Terima kasih Bu Menteri," tandasnya.

(akn/ega)