BPH Migas Dorong Pembangunan Mini SPBU di Pondok Pesantren

Abu Ubaidillah - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 21:55 WIB
Tim BPH Migas mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ittifaqiah, Indralaya Mulia, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Foto: Dok. BPH Migas
Jakarta -

Tim BPH Migas mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ittifaqiah, Indralaya Mulia, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kunjungan dilakukan dalam rangka mendorong pengembangan mini SPBU berupa sub penyalur yang saat ini tengah dibangun di ponpes tersebut.

Kehadiran mini SPBU diharapkan dapat menjamin ketersediaan BBM pada wilayah yang jauh dari penyalur atau SPBU sekaligus sebagai motor penggerak perekonomian di daerah. Diharapkan pada 10 November 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, SPBU ini bisa diresmikan.

Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa berharap dalam peresmian tersebut bisa hadir Sekjen MUI, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ketum PB NU dan organisasi keagamaan serta ormas lainnya.

"Tujuan, agar bisa ditularkan sebagai unit usaha, dikembangkan di tempat lain, termasuk umat agama lain, Kristen, Hindu, Budha," ujar Ifan sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2020).

Ia mengatakan satu hal yang mesti diyakini adalah doa tokoh agama, sebab doa ulama itu makbul. Agar menjadi berkah, maka saat peresmian penting untuk menghadirkan ulama, sekaligus pulangnya bisa ditularkan ke yang lain. Ia juga berkisah jika dirinya masuk pesantren di sini ketika SD kelas 5.

"Sekolah boleh sampai ke Oxford, Harvard, tetapi kalau yang namanya barokah, doa para ulama yang makbul," imbuhnya.

Ifan mengatakan hal ini sebagai wujud BPH Migas menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi saat acara Kongres Umat Islam beberapa tahun lalu dan juga BPH Migas sudah pernah mengundang PP Muhammadiyah dan PBNU untuk sinergis dalam pengembangan sektor hilir migas di pesantren.

Sebagai solusi untuk menjamin ketersediaan BBM yang saat ini belum ada atau jauh dari penyalur (SPBU), saat ini tengah dikembangkan mini SPBU berbasis kecamatan berupa pertashop dan sub penyalur. Pertashop menjual BBM nonsubsidi dengan harga jual yang sama dengan SPBU. Rencananya akan dibangun Pertashop di 400 lokasi di Sumatera Selatan.

Saat ini di Sumatera Selatan sudah ada 4 Pertashop, yaitu 1 di Kabupaten Muara Enim, 2 di Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan 1 di Kabupaten Ogan Komering. Sedangkan untuk sub penyalur diperuntukkan bagi konsumen yang sudah terdaftar dan menjual BBM solar subsidi serta premium dengan harga jual di SPBU ditambah ongkos angkut yang ditetapkan bupati/walikota, di Kabupaten Ogan Ilir, Kecamatan Indralaya Selatan dan Pondok Pesantren Darussalam di Desa Serikembang Kecamatan Payaraman.

Ifan berharap sub penyalur nanti bisa dikembangkan di pesantren-pesantren lain sebagai salah satu unit usaha. Selain di pesantren, ia juga menyebut di lingkungan komunitas agama lain memungkinkan untuk dikembangkan, tidak ada masalah karena semua punya niat untuk kebaikan, dan ini Indonesia.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Al Ittifaqiah berdiri sejak 10 Juli 1967 dan hampir berusia 50 tahun. Pondok pesantren ini menjadi salah satu dari 20 pondok pesantren yang masuk dalam buku 'Pesantren-pesantren Berpengaruh di Indonesia', tepatnya urutan ke-17, bersanding dengan Pondok Modern Darussalam Gontor, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Madura, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, dan Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Ifan dan rombongan tim BPH Migas disambut langsung Pimpinan sekaligus Pemilik Pondok Pesantren Al Ittifaqiah, Drs. KH. Mudrik Qory M.A.; Ketua Yayasan, H. Muhammad Joni Rusli; Pengawas Yayasan, Ahmad Riyadh; Divisi Badan Usaha Milik Yayasan Yopi Valentino; sambil diiringi sholawat 7000 santri di pondok pesantren tersebut.

(akn/ega)