Pelapor Pastikan Surat Cabut Laporan Kolase Ma'ruf-'Kakek Sugiono' Sudah Dikirim

Ahmad Arfah - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 19:28 WIB
Sulaiman Marpaung Pengunggah Kolase Maruf-Kakek Sugiono
Sulaiman Marpaung, pengunggah kolase Ma'ruf-'Kakek Sugiono' (Satria/20detik)
Tanjungbalai -

Polri mengatakan belum menerima surat permohonan pencabutan laporan kasus kolase foto Wapres Ma'ruf Amin dengan bintang porno Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono. Pihak GP Ansor Tanjungbalai selaku pelapor memastikan surat sudah dikirim.

"Kemarin tanggal 8 (Oktober 2020) kami sudah kirim melalui Kantor Pos suratnya. Pihak Kantor Pos menyampaikan surat itu sampai 1 minggu," kata Ketua LBH Ansor Tanjungbalai, Danu Mahadi, kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Danu mengatakan surat itu mungkin akan sampai besok ke Polri. Dia mengaku akan menanyakan lagi soal surat tersebut ke pihak Kantor Pos.

"Mungkin akan sampai hari ini atau besok, jadi kita menunggu saja dulu. Tapi itu pun nanti kami coba tanyakan lagi ke Kantor Pos. Yang pasti, surat sudah dikirim," ujarnya.

Kasus kolase foto Ma'ruf-Kakek Sugiono ini menjerat Sulaiman Marpaung. Kasus berawal dari beredarnya tangkapan layar akun Facebook mengunggah kolase foto Ma'ruf dan 'Kakek Sugiono'.

Kolase itu disertai narasi 'Jangan kau jadikan dirimu seperti Ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Diusia Senja Banyaklah Berbenah untuk ketenangan di Alam Barzah. Selamat melaksanakan Ibadah Shalat Jumat'.

Unggahan itu telah dihapus dan Sulaiman yang belakangan diketahui sebagai pemilik akun meminta maaf. Namun tangkapan layarnya sudah terlanjur beredar dan viral. GP Ansor Tanjungbalai kemudian melaporkan masalah ini ke polisi.

Saat kasus ini mencuat, Sulaiman merupakan Ketua MUI tingkat kecamatan di Tanjungbalai serta anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK). Setelah proses hukum bergulir, Sulaiman dipecat dari MUI dan mundur dari PPK.

Bareskrim Polri kemudian menangkap Sulaiman di Tanjungbalai pada Jumat (2/10). Sulaiman dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

Sulaiman dijerat Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 27 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Dia telah meminta maaf dan mengaku khilaf.

Ma'ruf telah memaafkan Sulaiman. Pihak Istana Wapres berkoordinasi dengan Bareskrim agar Sulaiman dibebaskan. GP Ansor juga sudah mengirim surat permohonan pencabutan laporan. Namun Polri mengatakan surat belum diterima.

"Sampai sekarang Kasubdit 2 Ditipidsiber Bareskrim Polri belum menerima surat dimaksud," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dimintai konfirmasi, Sabtu (17/10).

(haf/isa)