Ada Apa di Thailand, Filipina, Indonesia? Tetap Demo saat Pandemi COVID-19

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 16:09 WIB
Ratusan demonstran berkumpul di Bangkok untuk menentang pemerintah yang menindak keras unjuk rasa pro-demokrasi yang digelar beberapa bulan terakhir.
Foto: AP Photo/Sakchai Lalit/Ada Apa di Thailand, Filipina, Indonesia? Tetap Demo saat Pandemi COVID-19
Jakarta -

Thailand, Filipina, dan Indonesia menjadi sorotan setelah aksi demo tetap terjadi di tiga negara ini di tengah pandemi COVID-19. Kondisi ketiga negara tersebut bahkan sempat menjadi trending di media sosial.

Hashtag #WhatsHappeninginThailand sempat muncul bersama trending Thailand dan Filipina pada Sabtu (17/10/2020) dini hari di Twitter. Sedangkan Indonesia, trending dan hashtag terkait omnibus law UU Cipta Kerja terus muncul bergantian.

Melakukan aksi demo saat pandemi COVID-19 menimbulkan sejumlah kekhawatiran, misal risiko terinfeksi virus. Namun para demonstran di tiga negara di Asia Tenggara ini tetap memilih jalan aksi unjuk rasa agar aspirasi mereka tersampaikan kepada pemerintah.

Berikut rangkuman ada apa di Thailand, Filipina, dan Indonesia yang tetap demo saat pandemi COVID-19

A. Thailand

Dikutip dari BBC, aksi demo adalah buntut situasi politik dan minimnya kebebasan berpendapat di Thailand. Publik menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, reformasi, dan penerapan demokrasi.

Aksi demo ditanggapi pemerintah Thailand dengan mengeluarkan dekrit yang menyatakan negara dalam kondisi bahaya. Dekrit menetapkan jam malam pada 18.00 waktu Thailand dan dilarang berkumpul lebih dari lima orang.

Massa seolah mengabaikan dekrit tersebut dan tetap mengadakan demo pada Kamis (15/10/2020) dan Jumat (16/10/2020). Sekitar 10 ribu orang berkumpul di Bangkok sambil mengangkat tiga jari dalam posisi salut, yang menjadi simbol unjuk rasa.

Aksi demo bertepatan dengan kembalinya Raja Maha Vajiralongkorn ke Thailand setelah beberapa minggu berada di Jerman. Gaya hidup sang Raja serta selirnya belakangan menjadi kontroversi di dunia.

"Seperti anjing yang terpojok, kami akan berjuang hingga akhir. Kami tidak akan mundur, lari, atau pergi ke mana pun," ujar salah satu pimpinan demo Panupong 'Mike Rayong' Jadnok.

Sejumlah tokoh kunci dalam demo ini ditahan pemerintah Thailand, yaitu pengacara HAM Anon Nampa, pelajar aktivis Parit Chiwarak 'Penguin', dan Panusaya Sithijirawattanakul.

B. Filipina

Aksi di Filipina pada Rabu (14/10/2020) terkait dengan kematian bayi bernama River yang baru berusia 3 bulan. River adalah putri pertama Reina Mae Nasino, yang merupakan aktivis HAM.

Nasino bersama dua rekan aktivis lain ditahan pada November 2019 dan dituduh memiliki senjata api ilegal. Ketiganya membantah tuduhan tersebut tapi polisi Filipina tetap memasukkan mereka ke penjara.

Saat di penjara, Nasino tidak tahu sedang hamil dan menganggap periode menstruasi yang tidak teratur akibat stres dalam penjara. Namun hasil pemeriksaan menyatakan aktivis 23 tahun tersebut sedang hamil hingga melahirkan pada 1 Juli 2020.

Menurut pengacaranya, Josalee Deinla, Nasino sangat senang mengetahui sedang hamil meski dengan kondisi tidak ideal. Pengacara dan aktivis HAM sempat protes supaya Nasino mendapat kemudahan, apalagi di tengah pandemi COVID-19.

Protes gagal hingga River lahir dengan kondisi berat badan rendah dan kulit kekuningan. Nasino hanya diberi waktu dua bulan bersama bayinya sebelum dipisah dengan River dibesarkan keluarga aktivis.

Sejak saat itu kesehatan River terus turun hingga sempat mengalami diare dan meninggal karena pneumonia. Deinla mengatakan kaget atas perlakuan pemerintah Filipina terhadap tahanan yang sedang hamil.

"Kami kaget, protes ini ditolak. Hakim dan pemerintah sebetulnya hanya perlu pertimbangan dari sudut pandang seorang manusia. Sayangnya, kemurahan hati dan pengampunan tidak untuk hubungan ibu dan anak," kata Deinla.

C. Indonesia

Sejak pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja pada Senin (5/10/2020), ekspresi kecewa selalu disampaikan lewat berbagai media. Aksi unjuk rasa berlanjut hingga Jumat (16/10/2020) di dekat arena Patung Kuda, Jakarta.

Unjuk rasa omnibus law UU Cipta Kerja bahkan mendapat perhatian dari para K-Popers, yang mengakibatkan topik ini mendapat perhatian di Twitter. Selain demo, protes atas omnibus law UU Cipta Kerja di Indonesia akan disampaikan lewat Mahkamah Konstitusi (MK).

(row/pal)