Fenomena La Nina, BMKG Ingatkan Gubernur Sulsel Bahaya Banjir

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 12:47 WIB
BMKG Temui Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bahas dampak La Nina dan curah hujan di akhir tahun (dok. Istimewa).
BMKG menemui Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membahas dampak La Nina dan curah hujan di akhir tahun. (Foto: dok. Istimewa)
Makassar -

BMKG memprediksi fenomena La Nina akan terus berkembang pada November hingga awal 2021. BMKG meminta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengantisipasi bencana banjir karena curah hujan bulanan akan meningkat 20-40 persen.

"Ini sekarang La Nina, yaitu peningkatan curah hujan yang tinggi itu sedang meningkat, dari indeks lemah ke moderat," kata Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar (BBMKG Wilayah IV Makassar) Darmawan di sela kunjungannya ke rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (17/10/2020).

BMKG memaparkan kepada Nurdin bahwa fenomena La Nina diperkirakan terus berkembang mencapai intensitas moderat pada akhir 2020 dan mulai menyeluruh pada Januari hingga Februari 2021. Dampaknya pada peningkatan curah hujan bulanan sebesar 20-40 persen di atas normal.

Hingga Oktober ini, wilayah Sulsel belum sepenuhnya memasuki musim hujan, sehingga dampaknya perlu diantisipasi. BMKG mengatakan kondisi di Pulau Jawa sudah mulai memasuki musim hujan.

BMKG mengungkapkan musim hujan periode 2020-2021 di Sulsel akan dimulai pada November mendatang, di mana wilayah yang pertama kali masuk musim hujan berada di wilayah pantai barat Sulsel. Curah hujan kemudian akan terus meningkat hingga puncaknya diperkirakan pada Januari mendatang.

"Seiring kenaikan curah hujan, La Nina berpotensi meningkatkan risiko banjir dan membuat lahan pertanian terendam," kata Darmawan dalam keterangan tertulisnya.

Untuk mengatasi dampaknya, BMKG memberikan saran agar daerah aliran sungai (DAS) di lahan pertanian diperlebar dan memastikan aliran air tidak ada hambatan.

"Bisa mengantisipasi DAS-DAS yang mungkin kita prediksi akan menjadikan banjir bandang, sehingga kejadian di Bantaeng dan Luwu Raya tidak terjadi lagi," ujar Darmawan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Maros Hartanto menjelaskan puncak musim hujan karena adanya pengaruh La Nina perlu diantisipasi oleh seluruh stakeholder.

"BMKG sudah siap dengan sistem peringatan dini yang tersebar di wilayah Sulsel untuk membantu memberikan peringatan dini dan membantu memantau perkembangan kondisi cuaca yang terjadi," urainya.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam kesempatan itu menyambut baik adanya sosialisasi dari BMKG. Nurdin menyebut akan mengumpulkan jajaran bupati hingga wali kota se-Sulsel untuk mengantisipasi curah hujan di akhir tahun hingga Februari 2021.

"Ini akan kita sosialisasikan dan menghubungi semua bupati dan wali kota untuk kita bahas secara mendalam," kata Nurdin.

Simak juga video 'Satgas Ingatkan Pemda Klaster Pengungsian Saat Fenomena La Nina':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/jbr)