Polisi Akan Periksa Kejiwaan Dukun 'Corona' Cabul di Tangerang

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 06:41 WIB
poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Tangerang -

Polisi masih mendalami motif dukun 'Corona', Sukardi mencabuli 10 wanita di Tangerang. Polisi juga akan memeriksa kejiwaan Sukardi.

"Motifnya sedang didalami, modus operandi itu ya tadi mengaku seorang dukun untuk mendapat uang beli minyak kemudian dia mencabuli," kata Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, AKP Zazali Hariyono, saat dihubungi, Jumat (16/10/2020).

Zazali mengatakan pihaknya masih mendalami pengakuan Sukardi mencabuli korban-korbannya di Tangerang. Dia juga berencana untuk memeriksakan kejiwaan Sukardi.

"Nah ini juga salah satunya kita akan tes kejiwaan terhadap yang bersangkutan," ucapnya.

Hal itu dilakukan lantaran Sukardi tidak hanya sekali melakukan tindakan pencabulannya. Menurutnya sejauh ini sudah ada 10 orang yang mengaku menjadi korban.

"Korban sejauh ini yang ada baru 10 orang ini," ujarnya

Kasus ini terkuak setelah seorang korban lapor ke Pak RT. Berdasarkan informasi Pak RT, ternyata saat itu sudah ada 6 korban lainnya yang dicabuli oleh pelaku.

Pelaku mengaku sebagai dukun yang bisa mengobati segala macam jenis penyakit, termasuk Corona. Para korban dipungut bayaran Rp 200-300 ribu.

Dengan dalih melakukan pengobatan dengan cara memijat korban, pelaku malam mencabuli korban. Korban juga disuruh membuka pakaian dan melakukan ritual mandi air rendaman beras hingga pelaku melancarkan aksinya.

Sukardi ditangkap subuh tadi di tempat persembunyiannya. Saat ini dia masih diperiksa polisi.

(maa/lir)