Polisi Dalami Motif Dukun 'Corona' yang Cabuli 10 Wanita di Tangerang

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 05:16 WIB
Ilustrasi dukun cabul atau penipu
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Tangerang -

Polisi masih mendalami alasan dukun 'Corona', Sukardi mencabuli korbannya di Tangerang, Banten. Pihak kepolisian menyebut awalnya pelaku hanya ingin mencari uang hingga timbul niatan mencabuli.

"Motifnya ini masih kita dalami," kata Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, AKP Zazali Hariyono, saat dihubungi, Jumat (16/10/2020).

Zazali mengatakan hingga saat ini sudah 10 wanita yang melaporkan sebagai korban pencabulan dukun Sukardi. Dia pun menyebut awalnya Sukardi hanya ingin mengambil untung dari menjadi dukun yang mampu sembuhkan Corona. Namun akhirnya timbul niatan mencabuli korbannya.

"Mengaku seorang dukun untuk mendapat uang beli minyak terus kemudian dia mencabuli," ucapnya.

Zaza pun memastikan sebetulnya Sukardi tidak memiliki keahlian apapun dalam bidang pijat. Pelaku, sebutnya, merupakan supir angkot.

"Sebenarnya dia supir angkot dia itu, nggak ada keahlian di bidang pijat memijat dan bidang kesehatan," ujarnya.

Kasus ini terkuak setelah seorang korban lapor ke Pak RT. Berdasarkan informasi Pak RT, ternyata sudah ada 6 korban lainnya yang dicabuli oleh pelaku.

Pelaku mengaku sebagai dukun yang bisa mengobati segala macam jenis penyakit, termasuk Corona. Para korban dipungut bayaran Rp 200-300 ribu.

Dengan dalih melakukan pengobatan dengan cara memijat korban, pelaku malam mencabuli korban. Korban juga disuruh membuka pakaian dan melakukan ritual mandi air rendaman beras hingga pelaku melancarkan aksinya.

Sukardi ditangkap subuh tadi di tempat persembunyiannya. Saat ini dia masih diperiksa polisi.

(maa/lir)