Pejabat Riau Dinilai Bermuka Dua Perangi Illegal Logging
Kamis, 19 Jan 2006 07:24 WIB
Pekanbaru - Pejabat tinggi Riau banyak yang munafik dalam memberantas illegal logging. Pejabat hanya berani menangkap pemain kayu kelas teri. Sebab, pejabatnya mulai dari provinsi sampia kabupaten secara langsung maupun tidak, juga pernah terlibat pembalakan haram."Pejabat Pemprov Riau itu cuma berani menangkap pelaku ilegal logging kelas teri saja. Baik langsung maupun tidak, semua pihak juga tahu, kalau pejabat di Pemprov Riau pernah terlibat dalam bisnis kayu ilegal. Jadi janganlah munafiklah," kata Anggota DPRD Riau, Edi Ahmad RM kepada detikcom di ruang kerjanya, Jl Sudirman Pekanbaru, Rabu (18/1/2006).Edi bukan tidak sepekat dengan gerakan yang dilakukan Pemprov Riau untuk memerangi illegal logging. Hanya saja, gerakan itu lebih menonjolkan ego kepribadian pejabat itu sendiri. Setiap kali melakukan penangkapan, justru pejabat di Pemprov Riau itu turun langsung dengan membawa wartawan."Usai menangkap, Pemprov Riau pun diberitakan sebesar-besarnya di media lokal. Tapi kita tidak pernah tahu, siapa pemilik kayu yang mereka tangkap. Hanya masyarakat yang bekerja sebagai buruh balak yang menjadi sasaran," ungkap Edi yang mantan wartawan ini.Keengganan Pemprov Riau untuk mengungkap siapa saja pemain bisnis kayu haram itu, menunjukan betapa munafiknya para pejabat itu sendiri. Pemberantasan hanya didasari mencari popularitas semata tanpa ada keinginan untuk benar-benar membumihanguskan pencurian kayu."Omong kosong, kalau pejabat Pemprov Riau itu berani menangkap kelas wahidnya. Boleh kita lihat sampai dimana pemberantasan ini akan berakhir. Yang ketangkap cuma masyarakat biasaya. Pemilik modal pencurian kayu itu tetap saja dilindungi pejabat. Tak usa munafiklah," ketus Edi.Lantas siapa pejabat Pemprov yang anda maksud? "Saya kira wartawan sudah lebih tahu. Tak usah sebut namalah. Saya pisimis pemberantasan itu bisa menyeret para pemilik modal. Sebab, ya itu tadi, pejabat di Riau ini juga terlibat," kata Edi.Catatan detikcom, terakhir penangkapan kayu ilegal ini dilakukan oleh Gubernur Riau, Rusli Zainal di Kabupetan Bengakalis, Selasa (17/01/2006). Di lokasi itu ditemukan sekitar 4.000 tual kayu log tanpa dokumen. Yang tertangkap memang cuma pekerja pembalak. Siapa pemilik kayunya, sampai kini juga tidak jelas.Wakil Gubernur Riau Wan Abubakar pernah mengungkapkan, maraknya illegal logging di Riau tidak terlepas dari keterlibatan oknum bupati di Riau. Bahkan, dia sudah menyimpan sejumlah nama-nama bupati yang terlibat untuk dilaporkan ke presiden."Kalau memang ada oknum bupati yang terlibat, hendaknya jangan hanya berkomentar di media massa. Itu harus segera dilaporkan ke presiden dan harus disebutkan siapa bupatinya. Biar rakyat juga tahu, kalau bupati di Riau juga maling kayu," papar Edi RM.
(ahm/)











































