Menlu Retno Kenalkan 'Vaksin Merah Putih' Buatan RI ke Dirjen WHO

ADVERTISEMENT

Menlu Retno Kenalkan 'Vaksin Merah Putih' Buatan RI ke Dirjen WHO

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 23:44 WIB
Menlu Retno Marsudi
Menlu Retno Marsudi (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Retno menjelaskan, pada 18 September 2020, GAVI telah bersurat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang Indonesia yang layak menerima predikat Official Development Assistance (ODA) di dalam COVAX Advanced Market Commitment. Dengan demikian, Indonesia dianggap layak berkontribusi atas penyediaan vaksin untuk level multilateral.

"Dalam pertemuan dengan GAVI, kami menyampaikan bahwa Presiden Indonesia telah menerima surat dari GAVI tanggal 18 September 2020. Surat GAVI tersebut intinya menyampaikan bahwa Indonesia layak menerima Official Development Assistance (ODA) di dalam COVAX Advanced Market Commitment (COVAX AMC) untuk penyediaan vaksin COVID-19 dalam kerangka multilateral," terang Retno.

"Dalam suratnya, GAVI juga mengharapkan kerja sama dengan Indonesia dalam penanganan COVID-19. Sebagai tindak lanjut surat GAVI, dalam pertemuan tadi Indonesia telah menyampaikan secara resmi surat yang berisi Expression of Interest dari Indonesia untuk bergabung dalam COVAX Advanced Market Commitment (AMC)," imbuh Retno.

Masih kata Retno soal surat expression of interest, Indonesia menyatakan dukungan terhadap multilateralisme vaksin. Indonesia, sambung Retno, juga menekankan pentingnya solidaritas antarnegara dalam menghadapi pandemi Corona.

"Ini juga kami sampaikan pada saat bertemu dengan Dirjen WHO. Di dalam pertemuan dengan WHO, Indonesia kembali menekankan dukungannya terhadap multilateralisme termasuk terkait masalah vaksin. Indonesia juga menekankan pentingnya semua negara dunia untuk memperkuat solidaritas diantara negara dunia agar dunia dapat segera mengatasi pandemi ini secara bersama dan segera," jelas Retno.

"Kami juga membahas mengenai Foreign Policy and Global Health, di mana Indonesia menjadi ketua untuk tahun ini, dan mengambil tema 'Affordable Health Care for All'. Dirjen WHO mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam FPGH. Dan isu mengenai 'Affordable Health Care for All' menjadi lebih relevan selama pandemi ini," sambung Retno.


(aud/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT